Nungky SJ

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tarik Tambang

Tarik Tambang

Tarik Tambang

*****

Sadar nggak sih, tiap tanggal 17 Agustus, *Timeline* kita isinya *Full-Frame* keseruan warga lokal lagi ketawa-tawa narik tali tambang sampai telapak tangan kapalan? *Vibe*-nya emang seru, estetik buat *Reels*, dan kelihatannya "Indonesia banget". Tetapi kalau kita *Zoom Out* sebentar, ada *Plot Twist* agak ironis di sini.

Rakyat dari Sabang sampai Merauke tiap tahun disuruh adu otot narik tambang rami demi hadiah panci atau sarung, sementara tambang yang " beneran ", seperti migas, emas, nikel, sama batu bara, yang hasil buminya malah disedot habis sama investor Asing dan para Oligarki.

Pertanyaannya sederhana tetapi nyelekit: ** Kapan rakyat Indonesia yang beneran "nikmati tambang " negeri sendiri, bukan cuma kebagian " tarik tambang"-nya doang ?**.

# *The Real vs The Realization* (Ironi 17-an) #

* Makna Filosofis di Lapangan RT *

Di level akar rumput, lomba balap karung sama tarik tambang itu dibilang simbol perjuangan, gotong royong, dan kerja sama tim. Kerasa banget keguyubannya. Tetapi sadar nggak, hiburan seremonial ini kadang bikin kita terdistraksi ? Kita sibuk ketawa-tawa sebulan penuh di bulan Agustus, lupa kalau di luar sana kekayaan alam kita lagi di-"*Checkout*" besar-besaran lewat jalur belakang.

* Realita di Sektor Energi & Mineral *

Pasal 33 UUD 1945 udah jelas bilang kalau bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Tetapi praktiknya ? Warga lokal sekitar daerah tambang sering cuma dapet limbah, debu, jalanan rusak, dan ancaman banjir. Laba triliunan masuk ke rekening korporasi raksasa, sementara rakyat kebagian panggung dangdut 17-an. *Make it make sense !*

# *Group Chat* Angkringan: Farid cs Bicara Realita #

Malam itu di angkringan, kumpul lima anak muda yang isi kepalanya krisis eksistensial gara-gara mikirin negara:

Farid, " Gua mikir, gokil juga ya. Perusahaan pemodal besar panen laba triliunan. Warga dekat area tambang cuma dapet debu, jalan hancur, plus hiburan Agustus-an lomba tarik tambang. Agak *Dark* ya ironinya ".

Hakim, " Ya mau gimana lagi ? Kita punya SDM, tetapi nggak punya modal raksasa. Alat berat, mesin pengolahan, itu mahal. Tanpa investor luar atau konglomerat, tambang cuma batu mati di bawah tanah ".

Indah, " Modal itu alasan klasik, Kim. Problem utamanya di sistem dan regulasi. Kenapa izin konsesi gampang diobral ke segelintir Oligarki ? Kebijakan kita sering *Flexible* banget buat pemodal, tetapi kaku buat rakyat ".

Karim, " Setuju sama Indah. SDM kita tuh pinter-pinter, ahli geologi banyak. Tetapi suara anak bangsa yang kritis malah sering didelete. Tenaga ahli lokal akhirnya cuma jadi buruh di tanah sendiri ".

Melia, " Tetapi kita jangan berhenti di galau doang. Solusinya bukan menutup diri, melainkan hilirisasi yang beneran adil, transparansi, sama *Enforcement* hukum. BUMD dan koperasi lokal harus dikasih porsi, bukan cuma jadi penonton ".

Farid, " Tepat. Kalau generasi kita nggak kritis dan nggak nuntut transparansi dari sekarang, rakyat bakal terjebak selamanya: bukan ngelolah kekayaan negeri, tetapi 'narik tambang' alias tarik-menarik sisa hidup yang makin berat ".

# Terus, Gimana Biar Gen Z & Alpha Beneran BISA "Nikmati Tambang "? #

Biar nggak cuma jadi penonton atau bahan pameran angka PDB di berita, ada *Exit Plan* yang harus dieksekusi:

1. *Hilirisasi yang Nggak Setengah-Setengah*

Jangan cuma stop ekspor mentah, tetapi pastikan industri pengolahannya diisi dan dikelola oleh ahli-ahli muda dalam negeri, bukan cuma *Import* tenaga asing.

2. *Nasionalisasi Aset & Kedaulatan BUMD/Koperasi*

Saham tambang strategis harus makin dominan dipegang negara, dan hasilnya diputar balik buat pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur publik yang gratis/murah buat rakyat.

3. *Pemberantasan Kartel & Reformasi Hukum*

Tutup rapat-rapat celah "orang dalam" dan jual-beli izin tambang di bawah meja. Transparansi data konsesi wajib bisa diakses publik secara terbuka.

4. *Kesadaran Kritis Anak Muda*

Udah saatnya Gen Z nggak gampang *Terdistraksi* sama euforia simbolis. Boleh banget meriahkan perayaan 17-an, tetapi daya kritis terhadap isu sosial-ekonomi harus tetep *ON*.

" Tambang Migas, Tambang Emas, Tambang Batubara dikuasai Asing. Dan kita ? Cuma kebagian tarik tambang 17-an ". - Rocky Gerung.

Kemerdekaan sejati itu bukan cuma pas kita menang narik tali tambang dan dapet hadiah utama di RT. Kemerdekaan sejati itu saat hasil dari tambang emas, nikel, dan bumi Indonesia bener-bener balik buat bayar kuliah anak bangsa, ngasih fasilitas kesehatan gratis, dan jamin masa depan generasi muda di tanah airnya sendiri.

Media Guru Indonesia, 2/4/26.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post