Bukan sekedar gelar diatas kertas
Bukan Sekadar Gelar di Atas Kertas
*****
Bicara soal gelar, di era Globalisasi sering banget disempitkan cuma sebatas deretan gelar akademik di belakang nama atau simbol status sosial. Padahal, kalau ditelusuri dari akar budaya dan sejarah, gelar itu punya nilai Legitimacy dan Akuntabilitas moral yang dalam banget.
Kalau kita Flashback ke panggung sejarah, bangsa ini mengenali para pemimpin lewat jejak warisan kepemimpinan (legacy) mereka. Presiden Soekarno dikenal sebagai Bapak Proklamator, Presiden Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan, Presiden BJ.Habibie dikenal sebagai Bapak Teknologi, Presiden Abdurahman Wahid dikenal sebagai Bapak Pluralisme, Presiden Megawati Soekarnoputri dikenal sebagai Srikandi Konstitusi, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikenal sebagai Bapak Perdamaian.
Gelar-gelar informal ini hadir bukan dari hasil Branding kosong, melainkan pengakuan jujur dari akar rumput atas dedikasi nyata yang mereka tinggalkan buat zamannya.
# Bakti untuk Ranah Minang: Sosok Ajo Sal #
Semangat perjuangan dan pengorbanan buat masyarakat yang sama juga hidup di ranah Minangkabau lewat sosok H. Arisal Aziz, atau yang akrab disapa Ajo Sal. Sebagai pengusaha sukses pendiri Indah Cargo sekaligus Anggota DPR RI asal Kampung Dalam, Ajo Sal ngebuktiin makna sejati dari tradisi pulang basamo.
Sukses di rantau enggak bikin beliau lupa tanah kelahiran. Dengan prinsip perjuangan dan kerelaan berkorban, modal sosial maupun materiil dialirkan kembali ke kampung halaman:
* Pemberdayaan Ekonomi & Logistik: Membuka akses pekerjaan luas buat warga lokal dan menggerakkan roda ekonomi daerah.
* Aksi Filantropi Nyata: Santunan rutin untuk anak yatim, lansia, dan bantuan bencana, hingga operasional ambulans gratis.
* Fondasi Pendidikan & Olahraga: Mengawal Program Indonesia Pintar (PIP), membangun fasilitas SSB buat anak muda, sampai merintis kawasan pesantren dan kampus.
* Pembangunan Infrastruktur & Wisata: Aktif membenahi destinasi wisata seperti Pulau Angso Duo serta fasilitas ibadah terpadu.
Maka saat masyarakat menyematkan gelar Bapak Pembangunan Sosial buat Ajo Sal, itu bukan gelar seremonial yang dibikin-bikin. Itu adalah apresiasi paling tulus dari masyarakat Pariaman dan Padang Pariaman atas hadirnya solusi nyata di tengah-tengah mereka.
# Menginspirasi Indonesia: Obrolan Anak Muda #
Gerakan dan semangat pengorbanan kayak gini yang akhirnya menyebar dan jadi inspirasi buat tokoh-tokoh masyarakat di seluruh Indonesia.
Rahman, " My Best Friends, kemarin gue ngobrol sama warga yang dapet bantuan dari Yayasan Haji Arisal Aziz. Jujur ya, figur Jo Sal pas banget disebut sebagai Bapak Pembangunan Sosial. Gerakannya konkrit banget !".
Firdaus, " Pembangunan sosial gimana maksudnya, Mas ? Impact-nya sejauh apa emangnya ?".
Elget Oktaviani, " Banyak banget, Firdaus! Paling berasa itu layanan ambulans gratisnya. Pas tetangga gue butuh rujukan cepat, mobilnya dateng tanpa bayar sepeser pun. Bensin sama driver-nya semua ditanggung ".
Femi Tulalo, " Setuju! Bukan cuma kesehatan, kepedulian beliau ke kaum dhuafa juga Next Level. Sembako, santunan, sampai program bedah rumah buat warga kurang mampu jalan terus. Rumah yang tadinya enggak layak jadi nyaman ".
Mulyadi, " Dan kerennya lagi, beliau mikirin masa depan anak muda. Jo Sal merintis pembangunan pesantren, masjid megah, sampai nyiapin pendidikan gratis buat para santri ".
Alan Martha, " Di bidang olahraga juga gokil, Bro! Beliau peduli sama bakat anak muda lewat Pembangunan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub lokal. Anak-anak muda jadi punya wadah positif buat berprestasi."
Sofia Wati, " Satu lagi yang penting, beliau punya visi besar ngembangin kampus atau universitas. Kolaborasi antara pendidikan umum, agama, dan akses kesehatan gratis ini bener-bener fondasi pembangunan yang utuh ".
Rahman, " Nah! Makanya pas kita lihat beliau ngurusin keagamaan, pendidikan, kesehatan, sampai kesejahteraan warga, julukan Bapak Pembangunan ini emang pantes banget dan bisa jadi cetak biru buat tokoh-tokoh daerah lain di seluruh Indonesia ".
Salam Literasi Pariaman, 10/9/2026.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan