Ketika Hati Menemukan Ketenangan
Aku baru saja pulang dari takziah bersama ibu-ibu pengajian RT 1 dan 2. Kami melayat ke rumah tetangga yang telah berpulang ke rahmatullah tujuh hari yang lalu. Malam sudah larut, jam di dinding menunjukkan pukul sembilan lewat sepuluh menit.
Aku duduk di kursi dengan perasaan campur aduk. Ada rasa lelah, ada juga rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Namun, ada satu hal yang mengusik pikiranku—aku belum menulis hari ini. Aku sedang berjuang untuk menulis setiap hari, apa saja. Menulis dari pengalaman, dari apa yang kulihat, kurasakan, bahkan kucium. Katanya, itu cara terbaik untuk melatih diri agar bisa menulis dengan alami.
Aku mencoba mencari inspirasi. Kubuka YouTube, berharap ada sesuatu yang bisa memancing ide. Aku menggulir layar berkali-kali, tapi tak ada yang benar-benar menarik perhatianku. Rasa lelah mulai merayap, tanganku pun terasa panas menggenggam benda pipih ini terlalu lama.
Hingga akhirnya, tanpa sadar jari-jariku berhenti pada sebuah video. Seorang qari sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suaranya merdu, mengalun lembut memenuhi ruang hening di sekitarku. Surah Al-Zalzalah terus diulang-ulang.
Aku memejamkan mata, membiarkan hatiku menyatu dengan alunan bacaan itu. Perlahan, ada ketenangan yang meresap dalam dadaku. Entah kenapa, mataku mulai berkaca-kaca. Aku tidak tahu pasti arti ayat yang dilantunkan, tetapi ada sesuatu yang menyentuh relung jiwaku.
Semakin lama kudengar, semakin damai rasanya. Seolah ada tangan lembut yang menenangkan kegelisahanku, membimbing hatiku untuk kembali kepada-Nya. Aku terisak pelan. Ya Allah, jangan palingkan aku dari-Mu. Ridhailah dan rahmatilah aku.
Dalam keheningan itu, aku menyadari sesuatu. Inspirasi bukan hanya datang dari apa yang kulihat atau kudengar, tetapi juga dari apa yang kurasakan di hati. Malam ini, aku tak hanya menemukan ketenangan, tapi juga menemukan makna—bahwa setiap hal dalam hidup ini bisa menjadi pelajaran, asalkan kita mau merasakannya dengan hati yang terbuka.
Allahu Akbar. Alhamdulillah, Puji syukur hanya kepadamu Ya Rabb. Terima kasih, ya Allah.
Malaka Tiga, Ahad 24 Sya'ban 1446 H. 23 Februari 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan