Dilema si Meler di Malam 25 Ramadhan
Aku mulai meler. Entah datang dari mana, padahal aku sudah menjaga makanan, menghindari minuman dingin, dan merasa sehat-sehat saja sebelumnya. Tapi kini, hidungku seperti kran bocor, dan kepalaku agak berat.
Yang jadi masalah bukan sekadar meler ini, tapi pilihan sulit yang mengikutinya. Dilema berat di akhir Ramadhan: minum obat atau tidak?
Kalau aku minum obat, risikonya besar—aku bisa mengantuk dan tertidur pulas. Padahal, malam-malam terakhir Ramadhan ini begitu berharga. Kesempatan tinggal empat hari lagi! Aku ingin begadang, beribadah, memperbanyak doa, dan berharap bisa meraih malam penuh kemuliaan.
Tapi kalau aku tidak minum obat, aku memang bisa tetap terjaga. Namun, ada konsekuensi lain: aku bisa menularkan flu ini ke orang-orang di sekitarku. Jangan-jangan besok mereka ikut meler gara-gara aku. Apa aku harus egois?
Aku menatap bungkus obat yang ada di meja. Duh, obat ini terlihat menggoda seperti es buah di siang hari puasa. Tapi aku tetap ragu.
Tiba-tiba aku ingat sesuatu. Minum jahe aja! Ya minum jahe. Stoknya masih banyak di dapur. Tak mau buang-buang, aku segera menyiapkan minuman favorit ku itu. Dengan begitu aku bisa begadang, nggak ngantuk-an dan tetap bisa ibadah. Insyaallah.”
Air jahe sudah siap, Bismillahirrahmanirrahim. Aku pun mulai meminumnya. Air jahe hangat. Rasanya sedikit pedas, tapi menenangkan. Setidaknya aku bisa tetap terjaga tanpa perlu khawatir mengantuk.
Malam ini, aku tetap bisa beribadah. Meler masih ada, tapi semangatku tidak berkurang. Dan yang paling penting, aku tidak egois menularkan flu ke orang lain.
Kadang, pilihan sulit bisa diatasi dengan jalan tengah. Dan siapa sangka? Jahe yang sering diremehkan ternyata jadi pahlawan malam itu.
Selasa, 25 Ramadhan 1416 H, 25 Maret 2025.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan