Begitu ternyata Witir
Judul: Kejutan di Shalat Tarawih
Malam itu, setelah pulang dari shalat tarawih, Fajar bergegas masuk rumah dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Ibunya yang sedang menyiapkan teh hangat di meja langsung tersenyum melihat anaknya.
"Ibu, tadi di masjid shalat tarawihnya beda!" kata Fajar sambil duduk di samping ibunya.
"Beda bagaimana, Nak?" tanya ibu dengan lembut.
Fajar mengambil segelas air putih, lalu mulai bercerita. "Biasanya kan, kalau di masjid kita, tarawihnya 20 rakaat ditambah witir tiga rakaat. Nah, di masjid yang tadi, tarawihnya cuma 8 rakaat. Aku kira bakalan ada witir seperti biasa, dua rakaat dulu, salam, lalu satu rakaat sendiri. Tapi tadi langsung tiga rakaat sekali salam! Aku jadi bingung, Bu. Salah nggak ya?"
Ibu tersenyum dan mengusap kepala Fajar. "MasyaAllah, Nak. Ibu senang kamu memperhatikan hal-hal seperti ini. Sebenarnya, ada beberapa cara dalam shalat witir. Ada yang seperti yang biasa kamu lakukan, dua rakaat dulu, salam, baru satu rakaat lagi. Tapi ada juga yang langsung tiga rakaat sekaligus tanpa duduk tahiyat awal, seperti yang kamu alami tadi. Keduanya benar, karena ada dalil dan contoh dari Rasulullah SAW."
Mata Fajar berbinar. *"Oh, jadi nggak masalah ya, Bu? Aku
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan