Menunggu yang Terakhir
Hari ini adalah hari penilaian AFB (Asesmen Formatif Bersama). Suasana di kelas terasa berbeda dari biasanya. Hampir semua siswa menggunakan laptop untuk mengerjakan ujian, hanya beberapa yang masih mengandalkan paper test karena tidak memiliki perangkat.
Di awal ujian, sempat terjadi beberapa kendala teknis. Ada yang lupa membawa charger, ada yang panik karena koneksi internet tiba-tiba terputus, bahkan ada yang salah mengklik tombol submit. Namun, setelah beberapa menit berlalu, semua mulai berjalan lancar.
Waktu terus berjalan, sesi demi sesi berlalu, hingga akhirnya tiba di jam terakhir, sesi terakhir. Rasa lelah mulai melanda, dan harapan besar muncul di wajah anak-anak: mereka ingin cepat pulang.
Saat itu, seorang pengawas memberi pengumuman, "Kalian boleh pulang lebih awal, dengan satu syarat: semua siswa di kelas ini harus sudah selesai mengerjakan."
Mendengar itu, semua anak langsung berusaha menyelesaikan ujiannya secepat mungkin. Laptop-laptop mulai dimatikan, hasil ujian sudah bisa mereka lihat, dan harapan untuk pulang lebih cepat semakin besar.
Namun, ada satu anak yang masih santai mengerjakan. Sementara teman-temannya sudah menunggu dengan harap-harap cemas, dia masih tenang membaca soal demi soal, memastikan jawabannya benar sebelum mengumpulkan.
"Lama banget sih, ayo dong cepetan!" bisik seorang teman di sudut kelas.
Beberapa anak mulai melirik jam, berharap waktu segera habis. Namun, anak itu tetap tak tergesa-gesa. Hingga akhirnya, bel panjang berbunyi, menandakan ujian telah berakhir.
Tak ada yang berhasil pulang lebih cepat, meskipun mereka sudah berusaha menyelesaikan ujian dengan cepat.
Satu per satu siswa keluar kelas dengan senyum pasrah. Sementara anak yang terakhir tadi hanya mengangkat bahu dan berkata santai, "Aku cuma ingin memastikan jawabanku benar, kan kita ke sini bukan cuma buat cepat-cepat pulang?"
Teman-temannya hanya bisa menghela napas—antara kesal dan kagum.
Malaka Sari, 13 Ramadhan 1446, 13 Maret 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan