Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ide Nulis dari Lantai Dua

Ide Nulis dari Lantai Dua

"Assalamualaikum..."

Suara khas itu menyapa bersamaan dengan irama selow derit pintu lantai dua. Belum perlu menoleh, teman-teman seperjuangan langsung tahu: itu pasti Bu Nur, si penghuni pojok belakang lantai dua dengan kerudung coklat legendarisnya. Suara salamnya kayak password pagi yang ditunggu-tunggu, penanda bahwa satu lagi pasukan ‘pemburu inspirasi’ telah tiba.

"Mana lanjutan tulisannya?"

Tanya Bu Yayuk sambil senyum-senyum, belum hilang semangatnya setelah menghabiskan satu sesi ngobrol cantik sebelumnya.

Kayaknya semua guru hari itu sedang on fire—sibuk dengan urusan masing-masing, tapi tetap kompak dalam keheningan yang produktif. Urusan bikin soal jadi dominasi. Entah jam berapa mereka sudah menduduki kursi kebesaran masing-masing. Kursi biru beroda lima, warnanya keren, senada. Tapi isinya? Hanya Allah dan pemiliknya yang tahu.

Ada yang bikin kisi-kisi, ada yang utak-atik soal tipe HOTS, ada juga yang lagi scrolling sambil mikir, “kenapa soal ini belum selesai-selesai?”

Bu Nur menyapa teman-teman, salaman kiri kanan, dan menaruh ransel di singgasananya. Tapi tak lama, dia melenggang anggun ke meja Bu Yayuk. Keduanya terlibat obrolan serius yang kayaknya bukan cuma tentang soal atau absen. Ini tampaknya lebih penting, misi mulia untuk mengguncang dunia. Dunia siapa? Dunia siapa saja yang tahu di mana lantai dua, yang pernah melintas ke lantai dua, apalagi yang kosan gratis di lantai. Keluarga besar NASA.

"Ngumpul sekarang aja, yuk. Mumpung semua pada di sini. Momennya pas banget," kata Bu Nur dengan mata berbinar.

Sebelum bergerak lebih jauh, Bu Nur menyelinap dulu ke pojok dekat kulkas. Tujuannya jelas: meja Pak D, panggilan akrab untuk Pak Danar, sahabat diskusi sejati, yang punya kisah juang di sekolah ini sejak lama. Karismanya? Jangan ditanya bisa bikin siswa diam tanpa diberi tatapan.

Setelah kode-kode pendek dan kalimat taktis, mereka pun bersatu, saatnya mengajak teman-teman menulis!

Tanpa undangan yang dicetak, tanpa flyer atau baliho, wacana dadakan itu menyeruak seperti aroma kopi di pagi hari.

Bu Nur, menghalo-halo teman-teman dekatnya, meminta keikhlasan teman-teman dekatnya untuk merapat.

Tanpa keberatan, teman-teman yang berdomisili di lantai itu pun segera mendorong kursinya. Lima roda setia bergulir tanpa jerit. Tak ada suara gesekan, seperti di fisika. Cuma ada langkah semangat yang menggulirkan ide. Tiba-tiba ruangan jadi hangat. Bukan karena AC mati, tapi karena obrolan penuh makna mulai memancar.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," sapa Bu Yayuk lembut tapi pasti. Aura kepemimpinannya menyebar halus seperti sinyal Wi-Fi, tak kasat mata, tapi terasa kuat.

Intinya? Satu, mengajak teman-teman untuk menulis.

Wacana yang sempat tenggelam oleh derasnya aktivitas kini muncul ke permukaan. Kayak hukum Archimedes aja, benda tenggelam akan menggeser air, ide yang tenggelam akan mengguncang lantai dua! Hehehe...

Bu Yayuk menyampaikan dengan santai tapi nendang:

"Bagi guru, menulis itu semudah tersenyum. Kok katanya susah? Itu kalau belum nyoba. Tapi kalau udah? Wah, bisa-bisa kecanduan, lho..."

Pak D ikut nimbrung, dengan gaya khasnya yang tenang tapi menusuk:

"Nulis itu bukan harus muluk-muluk. Kejadian sehari-hari di lantai dua aja udah bisa jadi cerita. Tapi jangan yang bikin runyam suasana, ya. Cukup yang manis-manis, kayak teh karamel yang dibikin bu Yayuk waktu itu."

Menjelang bel masuk, Bu Nur juga ambil peran:

"Menulis itu mudah. In Syaa Allah kita semua bisa. Mulai aja dari apa yang kita lihat, dengar, rasakan. Pokoknya, tulis yang bisa kita indera."

Lalu memberi contoh, mengarang dadakan, seakan perasaan bu Lita ketika baru masuk tadi.

Bu Nur sempat curhat juga, "Dulu saya selalu buka tulisan dengan kalimat pembuka 'Pada suatu hari...' Tapi sekarang tidak lagi. Kita bisa juga pakai pantun, kutipan hadist, ayat Qur’an, quotes atau lirik lagu yang penting sopan."

Sayang, obrolan harus terputus oleh denting bel yang nyaring, menandakan para juang yang sedang duduk rapatan di ruang guru lantai dua akan segera pindah ke kelas. Padahal, masih ada yang belum sepenuhnya tuntas disampaikan. Hehe...saking semangatnya.

Tapi ya begitulah, duduk bareng tanpa kopi pagi ini menghasilkan sebuah ledakan kecil bernama semangat. Mungkin cocok diberi nama "NULIS 61" Inti dari segalanya:

Menulis. Bebas. Tanpa tekanan. Tanpa paksaan. Tiap orang, minimal satu tulisan. Mulai dari kita, semoga menjalar ke seluruh warga semesta NASA yang pernah mendaratkan kakinya di lantai dua tercinta. Tidak hanya mendarat, tapi juga yang tahu dimana lantai dua. Apalagi yang pernah berdomisili di sana. Intinya semua yang pernah menjadi bagian dari keluarga NASA dulu sampai sekarang.

Bu Yayuk menutup sesi, tersirat makna dengan harapan mudah-mudahan kita semua punya misi rahasia.

Semoga misi kali ini berhasil. Semoga di dalam hati warga NASA terbersit untuk mau menulis, dan harus bisa! Toh ini lebih gampang daripada bikin soal 5 model soal ASAT bervariasi. Belum lagi mikir serius tingkat kesukaran soal dan soal HOTS hingga pembobotan skor segala rupa.

Menulis jauh lebih mudah dan nyantai, bisa nyampi rebahan dan tidur-tiduran santai di kursi goyang.

Dan pesan terakhir sebelum semua bubar, kesimpulannya :

Menulis apa saja, misalnya:

- catatan ala diary pengawas ujian

- puisi melow tengah malam

- curhatan siswa yang absurd

- cerpen tentang mimpi pensiun

- tulisan random yang nggak bisa dijelaskan pun tak apa.

- banyak kisah yang kita alami yang lucu-lucu

- dan lain-lain deh

Pokoknya TULIS!

Eeit, tapi jangan nulis soal ya! Hehehe...

Bersama, kita pasti bisa. In Syaa Allah.

Pondok Bambu, NASA 14 Mei 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post