Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kawat Gigi

Hari pertama ngajar di Sekolah, aku masuk kelas dengan semangat 45, gaya 90-an, dan wajah yang… ya, penuh harapan.

Eh, belum lima menit berdiri di depan, ada cowok cakep duduk rapi, tapi kok… dia kayak malu-malu gitu. Setiap kali aku lihat, langsung tangan nutup mulut. Aku mikir, "Duh, nih anak punya rahasia apa sih? Jangan-jangan dia fans berat aku, terus salting?" Heeey, bukan tidak mungkin lhooo. Aku kan punya karisma emak-emak ceria.

Tapi rasa penasaran ini makin gatal kayak ketombe habis lari pagi. Akhirnya aku dekati dia. Dengan gaya bijak gurukah? Tidak. Aku malah ngajak ngobrol sambil mataku fokus ke area mulut. Maafkan aku, Ya Allah… niatku ilmiah.

Dan... taraaaa! saat dia bicara, tampaklah seuntai pagar berkilau membalut gigi-giginya. KAWAT GIGI! Bukan! Ini bukan kawat jemuran! Ini kawat eksklusif anak kota. Dan itu pertama kalinya aku lihat behel langsung, live, bukan dari majalah remaja.

Aku sok cool sih, padahal dalam hati: "WOY! Ini apa? Gigi atau pagar rumah mewah?!" Serius deh, kalau dikasih lampu kecil mungkin bisa disangka pagar rumah elite cluster.

Seketika dunia sunyi. Kepalaku rame mikir: "Kenapa cuma dia yang punya gigi berpagar? Ini tren kah? Aku ketinggalan jaman?" Iya, Desy. Iya. Kamu dulu hidup di tempat anak-anak sikat gigi aja males. Paling banter ngelap gigi pakai ujung seragam.

Setelah pertemuan itu, aku jadi sering nyari-nyari dia di lorong sekolah. Bukan buat naksir, plis ya... Tapi buat pastiin itu behel masih ada atau sudah berubah jadi antena sinyal WiFi.

Dan begini... Sejak kejadian itu, aku sadar bahwa dunia telah berubah. Anak SMA sekarang bisa punya pagar di gigi, sementara aku masih punya pagar rumah yang suka nyetrum tikus.

Aku pulang hari itu sambil ketawa sendiri di motor. Dan hampir kepleset waktu turun karena ingat betapa seriusnya aku tadi memata-matai kawat gigi anak orang. Dasar Desy, guru sekaligus detektif gagal.

Malaka Tiga, Ahad,18 Mei 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post