Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kresek Putih di Tikungan Jalan

Kresek Putih di Tikungan Jalan

Oleh Syahbati

Pagi itu, jalanan seperti biasa: ramai, sedikit semrawut, dan penuh rutinitas. Aku di atas motorku, bersiap membelok ke kanan. Tapi mataku terpaku pada sebuah mobil Avanza yang berhenti pelan di tikungan.

Supirnya membuka kaca, mengulurkan kresek putih ke Pak Ogah—bukan uang, bukan recehan, tapi sarapan pagi dan sebotol air mineral. Aku bisa melihat isi kresek itu karena kantongnya transparan. Mungkin ada nasi uduk, atau lontong sayur, entahlah. Tapi yang jelas, aroma kebaikan menembus debu dan bising jalan.

“Sedekah Jumat,” pikirku dalam hati.

Tersentak oleh momen itu, aku ikut ingin berbagi. Aku berteriak memanggil si Mas yang tampak kelelahan membantu lalu lintas.

"Mas... Mas... Mas!"

Tapi ia tak menoleh. Wajahnya biasa saja, tak seperti Mas yang biasa berjaga di tikungan itu yang selalu tersenyum ketika melihatku, dan sudah hafal bahwa aku akan menjatuhkan selembar uang tanpa turun dari motor. Bukan karena sombong, tapi karena berhenti bisa membahayakan pengendara lain di belakangku.

Hari ini, si Mas baru itu tampak asing. Ia bahkan tidak melihat ke arahku ketika aku menjatuhkan selembar uang bergambar Mohammad Hoesni Thamrin. Tak diambilnya. Mungkin ia pikir, tak ada yang peduli pagi ini.

Mobil Avanza itu kembali muncul di belokan kedua. Lagi-lagi si pengemudi menyodorkan kresek putih, kali ini ke Pak Ogah lainnya. Konsisten. Diam-diam aku iri. Tapi bukan iri yang busuk, melainkan iri yang diam-diam menyentil nurani.

Aku hanya membawa dua bungkus lontong, untuk Marbot Masjid dan OB sekolah. Tidak banyak. Tapi saat itu aku merasa sedikit... kecil. Bukan karena aku tak mampu, tapi karena belum setulus itu. Belum setekun itu. Belum sehati-hati itu dalam memberi.

Andai di setiap tikungan ada kresek putih penuh kasih, mungkin jalanan tak lagi sekadar tempat berpacu, tapi juga tempat saling menguatkan.

Aku lanjutkan perjalanan dengan dada hangat. Dalam hati aku berdoa: Semoga Jumat ini, banyak orang yang mendapat berkah. Semoga aku bisa lebih sering jadi bagian dari tangan-tangan yang memberi, bukan hanya yang lewat dan menatap.

Malaka Sari, 20 Juni 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post