Dua Deadline, Banyak Doa
Dua Deadline, Banyak Doa
Oleh Syahbati
Hari ini aku membuka mata lebih pagi dari biasanya. Mata melek, tapi raga belum sepenuhnya sadar. Setelah tahajud, aku duduk menanti azan... eh malah terlelap sejenak. Untungnya, masih sempat membangunkan anak untuk ke masjid. Cuma sebentar tidur, tapi cukup bikin dahi berkedut karena sadar: hari ini adalah hari deadline. Bukan satu, tapi dua! 😅
Yang pertama, urusan angka-angka sakral bernama rekap nilai. Deadline-nya pukul 15.00. Sejak pagi, aku seperti tukang sulap yang mencoba mengubah deretan angka menjadi kisah keadilan untuk para siswa. Nilai-nilai itu bukan sekadar bilangan, tapi kombinasi antara kerja keras, keberuntungan, keringat, air mata... dan stabilo warna-warni di buku catatan mereka.
Ada nilai dari ulangan harian, tugas daring, praktikum, LKPD, bahkan nilai dari pantauan diam-diam baik yang jarak dekat maupun jarak jauh. Aku sih gak pakai teropong, tapi mataku jeli lho. 🧐
Yang kedua, ini lebih personal. Bukan kewajiban dari atasan, tapi suara dari dalam hati: aku ingin mengirim cerpen ke sebuah event kepenulisan. Deadline-nya? Tentu saja hari ini juga. Sampai jam 23.59. Kenapa semua harus hari ini sih? Kayak semesta kompak mau nguji adrenalin emak-emak pejuang deadline.
Menjelang magrib, alhamdulillah nilai kelar. Sent. Aman. Tapi perjuangan belum selesai. Setelah magrib, aku buka file naskah yang sejak beberapa hari lalu sudah kupelototi, tapi belum final juga. Aku harus mengedit, memotong, menambah, menyeimbangkan rasa dan logika, agar bisa layak kirim.
Satu hal yang ikut menyela sejak sore tadi: lapar. Perutku menabuh genderang perang, tapi jemariku tetap setia di keyboard. Di satu sisi aku haus kata, di sisi lain tubuhku butuh kalori. Dilema antara lapar dan karya. Tapi bismillah, semoga sebelum pukul 22.00 naskah selesai, dan sebelum jam 23.59 bisa terkirim. Dan... sebelum jam 00.00 aku bisa makan malam juga. 😄
Doakan ya. Biar tulisanku tak cuma selesai, tapi juga sampai... ke hati juri. Karena bagiku, setiap tulisan adalah perjuangan sunyi yang mengandung cinta, doa, dan harapan.
Malaka 3, Ahad 15 Juni 33025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan