Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Perjalanan Pulang dan Bayangan Indah Masa Lalu

 Perjalanan Pulang dan Bayangan Indah Masa Lalu

oleh  Syahbati

Langit Bali siang itu seperti menyanyikan lagu perpisahan. Matahari belum sempat benar-benar menyengat, tapi kami sudah bersiap meninggalkan hotel di Kuta. Waktu menunjukkan jam dua lewat sedikit. Tas-tas sudah masuk bagasi, sandal jepit dikencangkan, dan kamera disimpan. Tapi satu yang belum terselesaikan: perut.

Kami melaju pelan, menyusuri jalan-jalan Bali yang cantik namun penuh godaan—eh maksudnya godaan rasa lapar dan tulisan-tulisan menyayat hati: “Babi Guling Spesial”, “Babi Asap Maknyus”, “Babi Rica-Rica Pedas Level Nenek Moyang.” Astaghfirullah. Aku dan keluarga cuma bisa menelan ludah. Kalau cacing punya telinga, mungkin mereka protes, "Kami Muslim juga, Bu!" 😆

Setelah mampir beli oleh-oleh di toko besar yang penuh magnet kulkas dan gantungan kunci bertuliskan “Love Bali”, kami lanjut jalan. Mata kami scanning kiri-kanan kayak CCTV nyari kata "Halal". Dan akhirnya... Seperti fatamorgana yang jadi nyata, di sisi kiri jalan berdiri gagah “Restaurant Abunawas”. Alhamdulillaaaah! Rasanya kayak nemu masjid di tengah padang pasir (plus AC dan lift 😄).

Tanpa pikir panjang, kami langsung belok. Parkir rapi. Masuk ke lift dengan semangat 45, sampai sempat tur wisata mini ke lantai 1, 2, 3, dan 4—walau akhirnya kami diturunkan lagi ke lantai 2. Sambutan hangat datang dari seorang pria rapi berseragam batik. Seperti tahu isi hati kami yang sudah keroncongan, dia langsung bertanya, “Untuk berapa orang, Bu?” “Tujuh!” Jawabku mantap, kayak peserta kuis rebutan buzzer.

Kami disambut seperti tamu agung. Pintu kain disibakkan perlahan, dan di dalamnya... ada sofa panjang yang seperti menjerit, “Siniii... duduuuk... kenyangin dirimu...”

Kami bertujuh duduk dengan rapi dan penuh harap. Restoran ini terasa seperti penebus dosa-dosa kuliner sepanjang jalan tadi. Semerbak aroma rempah-rempah menyambut, seperti bisikan lembut dari nasi kebuli yang menggoda iman.

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post