Ke Sekolah atau ke Dunia Lain
Ke Sekolah atau ke Dunia Lain
Oleh Syahbati
Pagi itu, motor butut kesayanganku melaju mantap. Angin masih bersih, belum kena polusi deadline. Hatiku lapang, semangat penuh. Sambil melantunkan zikir pelan, kupacu motor menuju sekolah. Di ujung jalan, mataku menangkap sosok mungil berseragam putih abu-abu. Jalan kaki sendirian, celananya agak melambai, sepatu kena embun. Wajahnya... duh, antara ngantuk dan pasrah.
Naluri keibuan aktif 99%
Kukurangi kecepatan motor. Kusapa lembut, “Nak, sekolahmu jauh? Yuk, ibu antar. Nanti kalau sudah dekat bilang ya…” Dia mengangguk. Kalem. Suara pelannya bagai daun jatuh ke hati. “Iya, Bu…”
Tanpa pikir panjang, dia duduk manis di belakang. Motor pun melaju. Aku pikir sekolahnya searah denganku. Kukencangkan gas, lumayan ngebut dikit. Waktu sekolah makin mepet.
Lewat satu sekolah... dia diam. Lewat dua sekolah... tetap diam. Lewat sekolahku... MASIH diam.
Lah? Nih anak sekolah di mana sih?
“Nak…” aku mulai curiga. “Sekolahmu masih jauh?” Dan dengan wajah polos tanpa dosa, dia menjawab, “Udah lewat, Bu…”
BRAK! Seandainya pikiranku bisa bikin efek kartun, pasti langsung muncul awan petir di atas kepala. “Apa? Kenapa gak bilang tadi?” “Maaf, Bu. Saya....” jawabnya terbata dan tangannya menyembunyikan handphone.
"Kamu nge-game ya"
"Iya bu, maaf... Saya salah" Jawabnya terbata-bata
Yaaa Allah… INI NIH, GENERASI JEMPOL. Sudah ditolongin, diboncengin, eh malah ngilang ke dunia virtual. Hadeuuuh. Kesel aku, serius. Tapi tanggung udah separuh jalan dan… ya Allah, kenapa aku gak tanya dari tadi sih?!
Aku nahan napas. Sabar. Inhale... exhale... “Ya udah, kita putar balik. Lain kali, fokus ya. Jangan main HP di motor.” Dia hanya mengangguk. Salting, malu-malu bebek.
Motor kuputar balik. Waktu sekolah makin mepet, tapi aku udah ikhlas. Demi anak tak dikenal yang kelewat sekolah karena Mobile Legend, aku jadi tukang ojek dadakan hari itu.
Sampai di gerbang sekolahnya, dia turun, salim, minta maaf, dan langsung lari. Mungkin malu. Mungkin takut dicoret dari ranking-nya di game. Entahlah.
Aku lanjut gas lagi. Alhamdulillah… sampai sekolah jam 6.30 teng! Tepat waktu, tanpa make-up, dengan hati antara kesel dan geli.
Malaka Sari, Rabu, 18 Juni 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan