Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Bionariasi Aina Salsabila

Bionarasi Aina Salsabila

Oleh Syahbati

Namaku Aina Salsabila. Nama itu diberikan oleh orang tuaku. Artinya, salah satu mata air di surga. Aku bersyukur dan bangga menyandang nama itu. Semoga kelak, aku benar-benar sampai ke tempat indah itu. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Aku biasa dipanggil Aina oleh teman-teman dan keluargaku. Tapi, ada satu orang yang memanggilku beda. Ayah. Semasa hidupnya, beliau selalu memanggilku Nury. Aku masih ingat jelas, sore itu, tanggal 10 Muharram, ayah membisikkan sesuatu di telingaku ketika menyerahkanku pada guru ngajiku.

“Kamu yang rajin ya, Nury. Kamu cahaya kecil Ayah. Jadilah anak perempuan yang taat ya, Nak.”

Aku hanya mengangguk. Waktu itu aku belum benar-benar paham. Tapi diam-diam aku ingin menangis. Sebab aku tahu, ayah tak akan lama lagi bersamaku. Ayah pergi untuk selamanya ketika aku masih kelas 2 SD. Sejak saat itu, aku lebih sering memanggil namanya dalam diam, dalam setiap doaku.

Aku lahir di Lamklat, sebuah desa kecil di Kecamatan Darussalam, Ujung Sumatera, NAD. Kata Ibu, aku lahir malam-malam, sekitar pukul 02.50 WIB, tanggal 31 Desember 2010. Penghujung tahun. Katanya, anak yang lahir di bulan Desember hatinya hangat, tapi gampang baper. Seperti aku, katanya. Tapi jangan percaya-percaya amat, nanti nambah rukun iman. 😄

Aku anak keempat. Dua abangku sudah kuliah, kakakku yang perempuan kelas XII SMA, ikut paman ke Medan. Abangku juga sambil kerja bantu-bantu Ibu. Aku si bungsu, si paling banyak dimanja, katanya sih juga paling banyak harapan. Ibu suka bilang, aku ini sisa pelita kecil di rumah. Lahirnya di akhir tahun, anak terakhir pula.

Ibuku seorang guru ngaji. Pendidikan terakhirnya di Dayah. Sekarang orang-orang bilangnya pesantren. Di sana Ibu juga belajar menjahit sama Ummi. Jadi, sekarang Ibu punya dua keahlian. Mengajar ngaji anak-anak dan ibu-ibu setiap malam, dan menjahit baju pesanan orang siang harinya. Paling ramai kalau menjelang lebaran. Begitulah perjuangan Ibu. Ia ingin semua anaknya sukses, biar beliau gak perlu kerja keras terus-menerus.

Ayahku, hanya tamat SMA. Dulu bertani dan berdagang kecil-kecilan. Sekarang, hanya Ibu yang bertahan, sabar mendidik kami, tanpa keluh.

Cukupkah biaya dari hasil Ibu menjahit dan mengaji itu? Ibu selalu bilang, “Banyaklah bersyukur. Jangan selalu melihat ke atas. Masih banyak yang lebih berat dari kita.” Aku gak tau persis berapa penghasilan Ibu. Tapi, kami selalu cukup. Cukup makan, cukup bayar listrik, cukup ongkos sekolah, walau kadang seret-seret napas panjang. Ibu, perempuan hebat.

Aku tinggal di Desa Lamklat. Jarak rumah ke sekolah kira-kira 4 km. Biasanya aku naik sepeda motor, boncengan sama kakak. Kalau kakak sibuk, aku naik sepeda. Sepeda hadiah waktu aku juara 1 lomba marathon. Kalau bareng teman, aku pilih jalan kaki. Kalau hujan, aku lebih rajin berdoa: semoga gak ditinggal angkot. 🤭

Berat badanku sekarang 39 kg, tinggiku 149,7 cm. Mudah-mudahan masih bertambah. Teman bilang, “Karena golongan darah O, makanya lambat tinggi.” Aku sih gak percaya. 😄

Hobiku: baca buku cerita, nulis puisi yang kadang bikin mewek sendiri, nonton film sedih (tapi lebih suka komedi), main badminton sama tetangga, dan lari pagi ngejar burung-burung sawah.

Cita-citaku: banyak. 😄 Gak papa, kan? Impian itu gratis. Aku ingin jadi penulis, bidan, dan guru. Kenapa? Karena aku ingin menyembuhkan luka lewat tulisan, menolong orang lewat ilmu, dan membesarkan semangat lewat kata-kata.

Aku suka ikut lomba. Enam bulan lalu, Ibu Mirna, wali kelasku di SMP, daftarkan aku lomba baca puisi tingkat kabupaten. Alhamdulillah, aku juara 2.

Motto hidupku:

“Hidup bukan soal cepat sampai. Tapi soal tekun dan bertahan, meski pelan.”

Sekarang aku resmi jadi murid di sekolah ini. Aku senang. Bukan cuma karena dapat seragam baru dan teman baru. Tapi karena aku tahu, di sini, aku sedang mulai babak baru dalam hidupku. Bab yang nanti akan kubaca lagi suatu hari, dengan penuh syukur.

NASA, Senin, 21 Juli 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post