Tulisan yang Tak Pernah Sampai ke Papan Tulis, Bionarasi Anak-anak
Awalnya, aku pikir bionarasi anak-anak itu bakal receh. Ya semacam "Aku dan Kucingku", "Liburan ke Rumah Nenek", atau "Cita-citaku Menjadi Pro Player." Tapi ternyata, oh ternyata...
Waktu aku buka link tempat semua bionarasi mereka terkumpul, rasanya kayak masuk ke lorong yang penuh kejutan. Dan bukan kejutan yang bikin tertawa saja. Tapi juga yang bikin diam, termenung, bahkan sesak di dada.
Ada yang cerita tentang ayahnya yang pulang cuma untuk marah. Tentang ibunya yang jadi sasaran amarah, dan ia cuma bisa bersembunyi di balik lemari, menahan tangis. Ada juga yang bilang pernah ingin mengakhiri hidupnya, merasa tak berharga, seperti daun kering yang tak ada yang peduli jatuhnya.
Lalu, ada juga yang bercerita tentang betapa rindunya mereka dipeluk, sekadar ditanya “Kamu kenapa?” atau diajak ngobrol tanpa embel-embel nilai, PR, dan target belajar.
Aku baca semua itu... dan aku terdiam. Karena ternyata, anak-anak kita, yang tiap hari kita temui di kelas, yang kadang kita tegur karena lupa bawa buku atau nyontek saat ulangan, menyimpan dunia yang jauh lebih kompleks dari sekadar LKS dan jadwal piket.
Dari bionarasi itu, aku belajar satu hal: Setiap anak punya cerita. Dan kadang, mereka hanya butuh ruang... untuk didengar. Bukan untuk dihakimi. Bukan untuk dikoreksi tata bahasanya. Tapi untuk dipahami.
Bionarasi bukan cuma tugas menulis. Ia adalah jendela ke hati mereka.
Dan ketika kita membacanya, kita sedang masuk ke ruang paling pribadi, paling rapuh... tapi juga paling jujur dari seorang anak.
Kalau mereka saja berani menulis itu semua, bukankah kita, para guru, juga bisa mulai menulis? Mungkin tak harus soal luka, tapi bisa tentang harapan. Atau tentang pagi di depan gerbang sekolah. Tentang senyum yang tak kita sadari, menyelamatkan seseorang dari keputusasaan.
Menulislah. Bukan untuk jadi terkenal. Tapi untuk jadi lebih manusiawi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan