Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Jejak Cinta di Bulan Muharram, Tasu'a dan 'Asyura

ak Cinta di Bulan Muharram, Tasu’a dan ‘Asyura

Oleh Syahbati

Bulan Muharram tak pernah biasa. Ia datang tanpa suara, tapi menyimpan cahaya. Dalam deretan kalender hijriyah, Muharram adalah pembuka tahun—seperti pagi yang masih basah oleh embun, suci dan penuh harap.

Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai "Syahrullah al-Muharram" bulan Allah Muharram. Dalam bulan inilah, terdapat dua hari istimewa yang bisa kita isi dengan ibadah puasa sunnah: Puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Puasa ‘Asyura (10 Muharram).

Mengapa Tasu’a dan ‘Asyura?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)

Sungguh... siapa yang tidak ingin diampuni dosa setahun penuh hanya dengan berpuasa satu hari? Tapi lebih dari itu, puasa ini juga menjadi bentuk cinta Rasulullah ﷺ kepada umatnya, sekaligus sebagai bentuk penyelisihan terhadap kaum Yahudi yang juga berpuasa di hari itu.

Beliau bersabda:

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan juga.” (HR. Muslim)

Itulah mengapa kita disunnahkan untuk berpuasa dua hari: 9 dan 10 Muharram Tasu’a dan ‘Asyura. Sebuah bentuk taat yang lembut, sederhana, tapi bernilai besar di sisi-Nya.

Mari kita bayangkan bayangkan: Puasa ini seperti mengetuk pintu langit dengan cinta. Kita tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi mengikatkan hati pada ibadah yang dahulu juga dilakukan oleh para Nabi: Nabi Musa, dan Nabi Muhammad ﷺ.

Puasa di hari-hari itu menjadi penghapus dosa, penyambung harap, dan bukti bahwa kita ingin kembali. Kembali kepada fitrah, kepada ketulusan, kepada Allah

Kadang, hidup terlalu ramai dengan kesibukan dunia. Tapi dua hari ini, Tasu’a dan ‘Asyura biarlah menjadi momen kita kembali menata niat. Tak usah tunggu sempurna. Tak perlu tunggu waktu longgar. Cukup hadirkan tekad bahwa kita ingin ikut mencicipi berkahnya dua hari mulia ini. Tasu'a dan 'Asyura.

Puasa sunah ini ringan, tapi penuh ganjaran. Mungkin, inilah bentuk cinta kecil kita kepada Rasulullah ﷺ. Cinta yang diam-diam membawa nama kita disebut dalam doa-doanya. Jadi jangan kewatkan dua hari mulia Ini

Tasu’a: 9 Muharram (Sabtu, 5 Juli 2025)

Asyura: 10 Muharram (Ahad, 6 Juli 2025)

Siapkan hati. Bangunkan semangat. Sampaikan kepada keluarga, teman, dan sahabat. Semoga dengan menunaikan puasa ini, kita mendapat ampunan, rahmat, dan kekuatan untuk menjalani tahun hijriyah yang baru dengan cahaya iman yang lebih terang.

Bakti Jannati, Sabtu 5 Juli 2025 (9 Muharram 1417 H

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post