Ditabrak Kambing Misterius
Ditabrak Kambing Misterius
Oleh Syahbati
Magrib ini, kami masih di Rumah sakit mobil. Dokter mobil sedang mengobati luka tabrak lari kemarin dulu.
Pagi dua hari yang lalu, embun masih malu-malu membasahi kaca jendela. Kami baru saja menyeberangi perairan dari Pelabuhan Gilimanuk Ketapang.menuju Surabaya. Suasana masih sunyi. Hanya suara doa dan dengkuran samar yang menemani perjalanan.
Setibanya di Surabaya, kami mampir sejenak di Masjid Sabilul Muttaqin. Subuh menenangkan, wudhu membasuh lelah, dan doa menghangatkan harapan. Setelah itu, kami mampir ke rumah teman lama. Silaturahmi hangat, kopi hitam pekat, dan cerita masa lalu membuat waktu serasa berhenti sebentar.
Tapi hidup, seperti jalanan panjang yang tak selalu mulus.
Mobil melaju perlahan meninggalkan rumah teman. Jalan mulai sepi, anak-anak sudah sibuk dengan gadget, sesekali terdengar tawa kecil dari baris ketiga. Hingga tiba-tiba...
"BRAAAAK!!!"
Rem mendadak. Semua badan terhempas ke depan. Si kecil sampai kejedot senderan kursi. Aku langsung menjerit kecil, dan suami ponakan menggenggam setir erat seperti baru ngerem bis Transjakarta di jalur busway yang diserobot bajaj.
“Itu apaan barusan?!” kataku sambil menoleh ke belakang.
Kami semua serentak melihat ke kaca belakang.
Tapi... tidak ada apa-apa. Jalanan lengang. Hening.
Kambing itu... hilang. Seperti ghaib. Seperti makhluk dari dimensi lain yang hanya mampir untuk memberikan "tamparan batin" lalu menghilang seperti mantan yang ghosting.
Padahal aku yakin betul—kambing itu ada. Warna coklat kehitaman, berlari seperti punya misi membela negara. Tanpa kode, tanpa rem, langsung nyelonong ke arah mobil.
“Serius deh, itu kambing kecepatan 120 km/jam pasti. Pake doping kali ya?” pikirku setengah panik setengah ngakak.
Mobil kami pun lanjut jalan. Tapi kekhawatiran menggantung. Di rest area berikutnya kami berhenti untuk ke toilet. Dan...
Ternyata benar. Bagian depan mobil “lepas kendali”.
Gril depan lekang, penutup bemper entah di mana, dan satu baut sepertinya pindah negara.
Kami saling pandang.
“Ya Allah, kambingnya survive, mobilnya yang luka,” batinku sambil menatap bagian depan yang kini terplester isolasi seadanya.
Menurut hukum lalu lintas, kambing yang nyelonong tanpa izin itu gak bisa dituntut hukum. Bukan karena dia anak jenderal kambing, tapi karena dia hewan.
Yang seharusnya bertanggung jawab adalah pemilik kambing, karena sudah lalai membiarkan hewan berkeliaran di jalan umum. Tapi dalam kasus ini, kambingnya kabur. Pemiliknya? Entah siapa.
“Udah kayak tabrak lari, tapi pelakunya berbulu dan berteriak embeee...,” satu sisi aku merasa lucu kambing nabrak mobil di sisi lain hatiku getir.
Gara-gara kambing perjalanan balik ke Jakarta jadi terpending. Daripada mobil tambah parah, kami cari hotel di Surabaya. Istirahat semalam, sambil mencari “RS Mobil” alias bengkel yang siap menangani korban tabrak lari oleh kambing misterius.
Pagi itu, mobil diserahkan pada “dr. Ahli Body” yang dengan senyum khas tukang bengkel berkata:
“Wah ini sih luka luar dalam, tapi bisa diselamatkan.”
Dalam diam, aku termenung.
Perjalanan kami bukan cuma tentang sampai di tujuan. Tapi tentang kejutan-kejutan tak terduga yang menyelipkan pelajaran.
Tentang kesabaran yang diuji oleh kambing.
Tentang hikmah dari kejadian “sepele tapi berbekas”.
Kalau Allah gak izinkan, satu bulu kambing pun gak bakal nyentuh mobil kita. Pasti semua ada hikmahnya. Sekarang belum tahu. Mungkin nanti.
Mungkin... kejadian ini adalah peringatan untuk lebih waspada. Mungkin juga agar kami istirahat lebih lama, menikmati rehat dalam perjalanan panjang.
Atau bisa jadi... Allah ingin aku dapat bahan cerpen paling absurd sepanjang masa.
Jangan Remehkan Kambing. Besok-beaok tiap lihat kambing di pinggir jalan, aku harus ingat dan berharap refleks siap-siap ngerem. Hehehe
Dan tiap lihat mobil dengan bemper luka, aku bertanya dalam hati...
“Kambing juga ya?”
Di depan Bengkel Mobil, Surabaya. Kamis, 3 Juli 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan