Menulis Itu Mudah Asal Ada Keinginan
Menulis Itu Mudah, Asal Ada Keinginan
Oleh Syahbati
Sebelum tidur, aku baca-baca tentang motivasi menulis. Ingin ngajak teman-teman nulis. Ingin ngomong kalau menulis itu gak seperti yang sering dikatakan orang bahwa "nulis itu susah!" Aku mau bilang "Eh, tunggu dulu… Jangan buru-buru ambil kesimpulan. Susah itu karena kita sendiri yang berpikir demikian."
Aku sering denger orang bilang,"Mau nulis apaan? Aku gak punya ide!"
Aku gak pinter nulis!"
"Takut tulisan aku jelek!"
Coba bayangin ya, kalo semua penulis besar dulu nunggu pinter dulu baru nulis… Bisa-bisa gak ada buku di dunia ini. Hemingway, Tere Liye, Dee Lestari, Asma Nadia juga pasti dulu pernah salah tanda baca. Bedanya, mereka gak nunggu sempurna, mereka jalan aja dulu. Urusan belakangan.
Ini beberapa inti dari bacaan yang sempat aku baca:
1. Menulis itu bukan buat orang lain dulu, tapi buat hati kita sendiri.Menulis itu sama kayak ngobrol. Kadang kita gak sadar udah ngomong satu jam lebih. Tapi giliran nulis, kok tiba-tiba beku? Padahal, kita bisa mulai dari hal paling sederhana. Misal:
“Hari ini aku terlambat bangun. Gara-gara semalam baca novel sampe jam 1. Tapi gak papa, hidup harus lanjut. Aku tetap senyum, walau telat sarapan.”
Lihat? Itu udah tulisan. Udah cerita. Udah jadi jejak.
2. Ide tuh banyak, asal jangan males ngelihat sekeliling.Lihat anak kecil main lompat tali? Bisa. Lihat ibu-ibu ngaji? Bisa. Lihat kucing tidur miring? Bisa juga.
Kadang ide nulis itu bukan karena kita kurang pintar, tapi karena kita gak membiasakan diri peka sama sekitar.
3. Tulis aja, jangan kebanyakan edit di kepala.Biasanya, tulisan itu mampet karena belum juga mulai udah sibuk mikir:
“Ini bagus gak ya?” “Orang lain suka gak ya?”
Udahlah. Tulis dulu. Baca lagi nanti. Betulin belakangan. Orang hebat bukan yang langsung jadi sempurna, tapi yang berani memulai meski masih belepotan.
4. Boleh kok, tulisanmu receh dulu. Yang penting mulai.Jangan minder. Menulis bukan ajang pamer kata-kata indah. Kadang tulisan sederhana justru lebih nyampe ke hati.Aku juga ngikutin teori ini. Nekat dan maksain itu bagus. Kadang nulis serius, kadang ngalor-ngidul, kadang isinya curhat doang. Tapi dari situ kita belajar. Dari situ tulisan berkembang.
5. Jangan kejar pujian, jangan takut dihujat.Kalau nulis cuma demi like, love, atau pujian, kita bakal gampang capek.Kalau nulis cuma takut dinilai jelek, kita gak akan pernah mulai. Tulislah dengan hati, bukan dengan beban. Karena tulisan dari hati, pasti nyampe ke hati.
Jangan kebanyakan mikir. Kebanyakan mikir itu racun buat pena. Kita gak pernah tau tulisan kita bakal sampai ke siapa. Bisa jadi, hari ini kita nulis sebaris kalimat receh, eh… besok jadi motivasi buat orang yang hampir nyerah.
Kita nulis bukan buat pamer, tapi buat mengingatkan diri sendiri bahwa: Aku hidup, aku punya rasa, aku pernah ada cerita, aku pelaku sejarah, aku...."
Yuuk kita mencobanya. Bismillah....
Baiti Jannati, Sabtu 19 Juli 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
