Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sepuluh Muharram, Tinta Cinta di atas Takdir Ilahi

Sepuluh Muharram: Tinta Cinta di Atas Takdir Ilahi

Oleh Syahbati

Di tepi senyap Muharram, angin menggugurkan doa-doa sunyi dari langit ke dada yang tengah mengingat... tentang kesedihan, tentang keimanan, tentang kesyahidan cucu tercinta Nabi, di padang Karbala yang merah dan sunyi.

Sepuluh Muharram... bukan sekadar tanggal. Ia adalah sejarah yang menangis di dada umat yang mengingat, tentang Musa yang selamat dari kezaliman, tentang Nuh yang mendarat dalam rahmat, tentang Yusuf yang dibebaskan dari derita penjara, tentang Ayub yang sembuh dari luka dan duka.

Di hari ini, Allah menuliskan cahaya di atas luka. Ia beri ampunan seluas langit, bagi jiwa-jiwa yang berpuasa— yang tak hanya menahan lapar, tapi juga menahan amarah, dan rindu untuk pulang pada-Nya.

Sepuluh Muharram adalah panggilan, bagi hati yang haus akan keikhlasan. Bagi jiwa yang ingin berhijrah, meski hanya selangkah, dari lalai menuju sadar, dari dunia menuju ridha-Nya.

Wahai diri... berjalanlah pelan, sujudlah dalam dalam, karena hari ini... adalah hari cinta, hari pengampunan, hari pengingat bahwa hidup tak abadi dan surga sedang memanggilmu pulang dengan suara paling lembut: “Kembalilah, wahai jiwa yang tenang...”

Baiti Jannati, Ahad 10 Muharram 1417 H (6 Juli 2025)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post