Guru NASA, Nulis Buku Antologi yuuk...
Guru NASA, Nulis Buku Antologi yuuk...
Oleh Syahbati
Teman-teman seperjuangan,
Salah satu Program Literasi Sekolah kita untuk keluarga besar NASA adalah "Nulis 61". Kali ini aku ingin ngajak lagi. Ngajak nulis. Dan Ini bukan ajakan pertama. Dan mungkin aku mulai malu sendiri karena sudah terlalu sering ngajak menulis. Tapi… kalau ini bukan tentang aku, kalau ini demi kita, demi jejak yang ingin kita tinggalkan bersama… maka biarlah aku mengetuk lagi. Pelan-pelan. Sambil senyum, tanpa paksaan.
Aku yakin teman-teman mau menulis. Mungkin belum sempat. Mungkin masih cari momen. Tapi aku percaya, saat niat itu muncul, tulisan itu akan mengalir—entah dari jari atau dari hati. Dan tak perlu lama. Bahkan tak perlu sempurna. Asal mulai, Insya Allah selesai.
Aku sendiri nggak tahu kenapa keinginan ini begitu kuat: ingin menulis bareng teman-teman senasib di SMA ini. Bukan karena ingin dipuji. Bukan karena ingin dikenang. Tapi karena aku ingin... meninggalkan sesuatu yang bisa dibaca, meski cuma sesekali, meski tak disengaja.
Sebelum aku melangkah pergi, meninggalkan sekolah ini, yang mungkin tempat terakhir aku mengabdi, aku ingin meninggalkan sepotong sejarah kecil. Bukan kenangan yang memudar, tapi sebuah buku yang bisa dibuka, disentuh, dibaca, dan disimpan 📚 Buku antologi.
Berisi tulisan kita. Cerita kita. Tentang anak-anak yang pernah membuat kita tersenyum dan menangis. Tentang ruang kelas, kantin, rekan kerja, rapat, LDKS, IHT, MGMP, atau bahkan tentang ngobrol dan canda tawa sambil ngopi pagi yang selalu jadi pembuka hari.
Bayangkan jika buku ini benar-benar jadi. Dan suatu hari, ada murid yang membacanya. Atau cucu kita menemukannya di rak. Dan mereka tahu—kita pernah hidup, pernah mengajar, pernah menulis. Itu cukup.
Menulis nggak harus sempurna. Nggak harus lewat laptop. WA pun jadi. Satu paragraf dulu. Satu kenangan dulu. Satu momen dulu.
Dan aku paling senang kalau ada yang bilang, "Aku lagi nulis nih, tapi masih berantakan." Hatiku langsung... meletup bahagia. Karena di situlah awalnya. Menulis bukan tentang langsung bagus. Tapi berani mulai. Berani jujur pada diri sendiri. Dan percaya, kita bisa melahirkan karya bersama.
🌷 Karena setiap dari kita punya cerita. Dan cerita itu layak dituliskan.
Salam semangat menulis, Dari aku,Nurbaiti
Baiti Jannati, Sabtu 2 Agustus 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
