Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PENGUKURAN

PENGUKURAN

PENGUKURAN

Oleh Nurbaiti

 

1. Apa Itu Pengukuran?

Pernah nggak kamu ditanya teman, “Eh, tinggi kamu berapa sih?” atau “Meja ini muat nggak kalau ditaruh di kamar?” Nah, tanpa sadar sebenarnya kita sedang bicara tentang pengukuran. 👉 Pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan alat ukur yang sesuai.

Artinya, kita butuh pembanding untuk tahu panjang, massa, atau waktu. Kalau zaman dulu orang pakai jengkal, depa, atau langkah, sekarang kita pakai penggaris, timbangan, stopwatch, bahkan mikrometer sekrup.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil....” (QS. Al-An’am: 152)

Ayat ini jadi pengingat: pengukuran bukan hanya soal angka, tapi juga soal kejujuran dan amanah.

2. Memilih Alat Ukur & Menentukan Ketelitian

Setiap alat ukur punya tingkat ketelitian berbeda. Misalnya:

Penggaris → ketelitian 1 mm Jangka Sorong → ketelitian 0,1 mm Mikrometer Sekrup → ketelitian 0,01 mm

Jadi, kalau kamu mau mengukur panjang buku catatan, pakai penggaris cukup. Tapi kalau mau tahu diameter kawat yang tipis banget, ya jangan pakai penggaris, tapi mikrometer sekrup.

Ingat prinsipnya: 📌 Alat ukur yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan dan tingkat ketelitian yang diharapkan.

3. Cara Melakukan Pengukuran

Ada dua cara:

Pengukuran Tunggal ➡ Dilakukan sekali. Misalnya, kamu ukur meja dengan penggaris sekali saja. Kelemahan: hasil bisa kurang teliti.

Pengukuran Berulang ➡ Dilakukan beberapa kali, lalu hasilnya dirata-rata. Misalnya, panjang meja kamu ukur tiga kali dari sisi berbeda. Hasilnya lebih bisa dipercaya.

Dalam hidup pun begitu ya, jangan ambil keputusan hanya sekali lihat, tapi periksa berulang kali biar lebih yakin. 😉

4. Aspek-Aspek Pengukuran

Ketelitian (Presisi) Seberapa konsisten hasil pengukuran kalau diulang. → Misalnya kamu mengukur pensil tiga kali hasilnya 17,0 cm – 17,0 cm – 17,1 cm. Itu berarti presisi.

Ketepatan (Akurasi) Seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. → Kalau panjang pensil sebenarnya 17,2 cm tapi hasilmu 17,0 cm, berarti belum akurat.

Kalibrasi Alat Penting banget! Kalau alat ukur rusak atau tidak dikalibrasi, hasil pasti salah. → Misalnya penggarismu udah patah ujungnya, jangan maksa dipakai dari angka “1,5 cm” dong 😅.

Kepekaan (Sensitivitas) Kemampuan alat mendeteksi perubahan kecil. → Mikrometer sekrup bisa mendeteksi perubahan sekecil 0,01 mm.  

 

5.Kesalahan Pengukuran

Meski hati-hati, tetap saja ada yang namanya kesalahan. Ada tiga jenis:

a. Kesalahan Umum

Terjadi karena faktor manusia. Misalnya salah baca, nggak teliti, atau ngantuk pas praktikum.

b. Kesalahan Sistematik

Kesalahan yang teratur karena alat atau cara:

Kesalahan Kalibrasi (terjadi karena penulisan nilai skala pada saat pembuatan atau kalibrasi salah) → timbangan tidak diatur dari nol. Kesalahan inindapat diatasi dengan mengalibrasi ulang alat menggunakan alat yang telah terstandarisasi.  Kesalahan Titik nol (terjadi karena titik nol skala pada alat yang digunakan tidak tepat berimpit dengan jarum penunjuk atau jarum penunjuk yang tidak bisa kembali tepat pada skala nol. Artinya bergeser → penggaris sudah rusak ujungnya. Kesalahan ini inindapat diatasi dengan melakukan koreksi pada penulisan hasil pengukuran.  Kesalahan paralaks (kesalahan yang disebabkan oleh posisi mata yang tidak tegak lurus dalam membaca skala yang tertera pada alat ukur)  → mata tidak sejajar dengan skala alat ukur. c. Kesalahan Acak

Terjadi tanpa bisa diprediksi, misalnya karena getaran meja atau kondisi lingkungan. Adanya gerak acak molekul udara, fluktuasi tegangan listrik, radiasi bising dan lainnya. 

🌿 Penutup Belajar pengukuran itu bukan sekadar main angka, tapi belajar jujur, teliti, dan amanah. Sama seperti dalam kehidupan, kalau kita ukur sesuatu dengan tidak adil, hasilnya pasti merugikan.

Jadi, lain kali kalau kamu pegang penggaris, jangka sorong, atau mikrometer, ingatlah bahwa Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

 

Ayooo berselancar ke Soal-Soal. Silakan latih ingatan dan pemahaman. Bagi yang mau mendapatkan nilai tugas, silakan tulis jawabannya saja di buku fisika, bagi yang tidak mau, tidak apa-apa.😍💪

Soal Pilihan Ganda 

1. Besaran yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut … a. Satuan b. Besaran c. Vektor d. Skalar e. Dimensi

2. Alat yang paling tepat untuk mengukur diameter luar koin adalah … a. Penggaris b. Busur derajat c. Jangka sorong d. Mikrometer sekrup e. Meteran

3. Ketelitian penggaris umumnya adalah … a. 0,1 cm b. 0,01 cm c. 1 cm d. 0,5 cm e. 0,001 cm

4. Jika panjang meja diukur dengan penggaris sebanyak 5 kali dan hasilnya sedikit berbeda, maka pengukuran tersebut termasuk … a. Pengukuran tunggal b. Pengukuran berulang c. Pengukuran mutlak d. Pengukuran acak e. Pengukuran sistematis

5. Hasil pengukuran dianggap akurat apabila … a. Mendekati nilai sebenarnya b. Selalu sama setiap kali diukur c. Menggunakan alat ukur paling mahal d. Menggunakan banyak alat ukur e. Berbeda dengan nilai teori

6. Kesalahan karena posisi mata tidak sejajar dengan skala disebut … a. Kesalahan acak b. Kesalahan titik nol c. Kesalahan sistematik d. Kesalahan paralaks e. Kesalahan umum

7. Alat ukur yang mempunyai ketelitian paling tinggi di bawah ini adalah … a. Meteran b. Penggaris c. Jangka sorong d. Mikrometer sekrup e. Busur derajat

8. Hasil pengukuran panjang sebuah pensil adalah 12,4 cm. Angka “0,4 cm” menunjukkan … a. Ketelitian b. Ketepatan c. Kesalahan d. Sensitivitas e. Kalibrasi

9. Fungsi kalibrasi pada alat ukur adalah … a. Memperbesar skala pengukuran b. Membandingkan dengan standar c. Mengurangi ketelitian d. Membuat pengukuran lebih lama e. Menambah angka signifikan

10. Jika hasil pengukuran panjang meja dengan jengkal adalah 8 jengkal, maka hasil ini termasuk … a. Besaran pokok b. Besaran turunan c. Pengukuran tak baku d. Pengukuran baku e. Dimensi panjang

11. Seseorang mengukur tinggi badan dengan penggaris 30 cm, maka yang menjadi kelemahannya adalah … a. Nilai presisi tinggi b. Skala kecil c. Waktu singkat d. Banyak kesalahan paralaks e. Tidak praktis

12. Ketelitian jangka sorong umumnya adalah … a. 1 mm b. 0,5 mm c. 0,1 mm d. 0,01 mm e. 0,05 mm

13. Hasil pengukuran panjang kayu: 12,1 cm; 12,0 cm; 12,1 cm; 12,0 cm. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pengukuran memiliki … a. Akurasi tinggi, presisi rendah b. Presisi tinggi, akurasi rendah c. Akurasi tinggi dan presisi tinggi d. Akurasi rendah dan presisi rendah e. Tidak dapat ditentukan

14. Kesalahan karena alat ukur tidak dikalibrasi dengan benar termasuk kesalahan … a. Acak b. Sistematik c. Umum d. Paralaks e. Presisi

15. Besaran yang dapat diukur menggunakan busur derajat adalah … a. Panjang pensil b. Diameter botol c. Sudut kemiringan papan d. Tebal kertas e. Jarak dua titik

16. Nilai hasil pengukuran tidak akan pernah benar-benar sama dengan nilai sebenarnya karena adanya … a. Kesalahan pengukuran b. Kalibrasi c. Alat ukur sempurna d. Angka signifikan e. Dimensi

17. Alat ukur yang paling tepat untuk mengukur ketebalan rambut adalah … a. Jangka sorong b. Mikrometer sekrup c. Penggaris d. Meteran e. Busur derajat

18. Kepekaan (sensitivitas) suatu alat ukur ditunjukkan oleh … a. Banyaknya angka signifikan b. Kemampuan menunjukkan perubahan kecil c. Hasil yang selalu mendekati nilai benar d. Kalibrasi ulang yang tepat e. Menggunakan satuan baku

19. Seorang siswa mengukur panjang meja dengan hasil: 1,25 m. Jika panjang sebenarnya adalah 1,27 m, maka hasil pengukuran siswa … a. Akurat b. Tidak akurat c. Presisi d. Sensitif e. Kalibrasi

20. Hasil pengukuran yang sangat dekat satu sama lain, tetapi jauh dari nilai sebenarnya disebut … a. Akurat tapi tidak presisi b. Presisi tapi tidak akurat c. Akurat dan presisi d. Tidak akurat dan tidak presisi e. Kalibrasi salah 

 

Soal Pilihan Ganda dengan jawaban lebih dari satu

21. Rudi  mengukur meja pakai penggaris, tapi bacanya miring. Kadang hasilnya 119 cm, kadang 121 cm. Bu Desy nanya: “Budi, itu kesalahan apa sih?”

Jawaban yang benar adalah…

A. Kesalahan paralaks

B. Kesalahan sistematik

C. Kesalahan acak

D. Kesalahan karena Budi lapar

E. Kesalahan titik nol

22.Sinta ngukur diameter kelereng pakai jangka sorong. Dia ulang 5 kali, hasilnya beda-beda tipis. Terus dia ambil rata-ratanya biar lebih akurat. Apa yang Sinta lakukan itu termasuk…

A. Pengukuran berulang

B. Mengurangi kesalahan acak

C. Kalibrasi alat

D. Cara sok-sokan biar terlihat pintar

E. Metode ilmiah sederhana

23. Lina bilang: “Alat ukur yang baik itu harus punya beberapa sifat, lho.” Nah, sifat-sifat alat ukur yang baik adalah…

A. Peka (mendeteksi perubahan kecil)

B. Akurat (mendekati nilai sebenarnya)

C. Presisi (hasil konsisten)

D. Awet dipakai sampai generasi cucu

E. Mudah digunakan

24.Rizky pakai mikrometer sekrup buat ngukur ketebalan kertas HVS. Ternyata hasilnya 0,10 mm. Dibanding penggaris, mikrometer sekrup punya keunggulan…

A. Lebih teliti

B. Bisa ngukur benda tipis kayak rambut atau kertas

C. Bisa dipakai buat ngukur panjang lapangan bola

D. Presisi lebih tinggi

E. Skala nonius bikin lebih akurat

25. Bu Desy bilang: “Anak-anak, satuan tidak baku itu contohnya apa?” Anak-anak jawab macem-macem: ada yang bilang jengkal, langkah, depa, bahkan sepatunya sendiri. Jadi yang benar adalah…

A. Jengkal

B. Langkah

C. Depa

D. Sepatu

E. Meter

 

Baiti Jannati, Malaka Sari, Ahad, 31 Agustus 2025

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post