Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Catatan Hati Hari Literasi

📚 Catatan Hati Hari Literasi

oleh: Nurbaiti

Kegiatan literasi tadi pagi… Masya Allah, luar biasa. Kece badai. Aku sendiri tak menyangka bisa segempita itu. Walau terkesan dadakan dan kurang persiapan, nyatanya… acara ini boleh dikata: sukses!

Tahu dari mana? Dari semangat anak-anak. Dari binar di mata mereka. Dan tentu—dari kekompakan semua pihak.

Semuanya tentang kolaborasi. Sore kemarin, saat sebagian dari Tim Literasi yang tak mengajar mengadakan briefing, kami meminta kepada para wali kelas untuk membaca semua bionarasi anak-anak. Mungkin terdengar dadakan, ya… karena memang benar.

Malamnya, para wali kelas membaca dengan sepenuh hati dan memilih dua terbaik dari setiap kelas. Nama-nama itu pun kami kantongi malam itu juga.

Pagi tadi, kami sudah punya 40 nama bionarasi terbaik versi wali kelas. Ketua OSIS dan beberapa anggota turut sigap membantu. Mereka membawa kursi panjang ke lapangan, di sisi kiri tiang bendera— tempat biasa kami menyaksikan anak-anak beraksi, termasuk hari ini.

Di sebelah kanan podium, disiapkan tiga meja dan kursi untuk dewan juri: Pak Parwadi, Bu Ratna, dan Bu Putri. Kami hubungi mereka malam sebelumnya, dan alhamdulillah—mereka hadir. Mereka juga bagian dari Tim Literasi yang siap kapan saja dibutuhkan.

Dua puluh kelas berkumpul. Anak-anak duduk rapi, berbaris sesuai kelas. Lapangan sekolah pagi itu seperti lautan semangat, seperti sedang menonton konser—tapi ini konser karya, konser rasa, konser literasi.

Acara dimulai. Rena dan Jauza, dua MC ceria, menyapa dengan gembira, menyampaikan penghormatan untuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bapak-ibu guru, serta seluruh siswa dari berbagai jenjang.

Lalu, aku dipanggil ke panggung. Sebagai penanggung jawab literasi, aku seharusnya memberi sambutan. Tapi jujur, semua kalimat yang kusiapkan… hilang. Bukan karena demam panggung, tapi karena hati ini penuh haru. Kupandangi wajah-wajah anak bangsa itu— ada yang senyum malu, ada yang tertawa kecil, ada pula yang tampak siap tampil.

Yang sempat kuucapkan:

“Hari ini bukan hari biasa. Hari ini adalah hari istimewa—hari literasi. Kita akan mendengarkan sesuatu yang jujur dari hati anak-anak, yang mereka rangkai menjadi tulisan, menjadi bionarasi.”

Dan satu janji kutitipkan pagi itu: Dari semua yang tampil, akan dipilih 3 bionarasi terbaik. Mereka akan menerima sertifikat penghargaan dari sekolah. Dan karya-karya terbaik dari semua kelas akan dibukukan dalam Antologi Bionarasi Sekolah.

Semoga ini bukan titik akhir, tapi titik tumbuh, titik di mana literasi tak hanya dibaca, tapi juga dihidupkan.

Bersambung....

Malaka Sari. Haiti Jannati, 6 Agustus 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post