Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Surat Untuk Besti

✉️ Surat Kecil untuk Besti

Oleh Nurbaiti

Untuk sahabatku, yang dulu sama-sama “terdampar” di NAMSATU, bukan karena kemauan, melainkan karena rotasi. Tepat di awal tahun, 1 Januari 2016, kita resmi bertugas di sini. Di sekolah yang tidak pernah kita pilih. Tak pernah terlintas ada dalam bayangan sekalipun.

Aku masih ingat jelas hari-hari pertama itu. Kita sama-sama bingung, sedikit kikuk, rasa seperti dibuang sempat mengisi hati, tapi juga sama, berusaha tegar. Namun Allah punya cara indah mempertemukan kita, menjadikan kita saudara di tempat yang baru. Di ruang guru lantai 2, kursi biru beroda yang sering kita duduki bersebelahan. Kursi-kursi itu jadi saksi bisu, betapa banyak cerita, tawa, bahkan diam kita lalui bersama.

Tak hanya itu, berapa kali kita shalat jamaah berdua di ruang guru? Ketika teman-teman sudah pulang, tinggal kita berdua di situ. Berapa kali kita pulang bareng, berbonceng, ngobrol di atas motor di jalan pulang, kadang serius, kadang malah receh bikin ketawa. Terik panas, gerimis bahkan hujan deras diiringi petir pernah kita alami di jalan pulang menuju rumah. Semua itu sekarang terasa begitu berharga, sampai sulit kubayangkan nanti tak lagi kulalui denganmu.

Kita memberi nama GUROT pada diri kita sendiri "Guru Rotasi" bukan sekadar candaan, apalagi sebagai "geng-genan" tapi tanda bahwa kita pernah senasib dan sepenanggungan. Beradaptasi di sekolah baru itu perjuangan, dengan berjuang bersama, semua terasa menjadi ringan.

Kini, dari 9 orang GUROT, satu persatu pamit purna tugas. Tinggal aku yang masih menunggu giliran, insyaa Allah Januari 2028 nanti akan menyusul. Dan dirimu… sebentar lagi akan menutup pintu ruang guru lebih dulu. Meninggalkan meja biru kosong di sebelahku, yang pasti membuatku rindu.

Sahabatku, terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk tawa, curhat, shalat bersama, untuk obrolan motor yang kadang serius, kadang absurd. Untuk kebersamaan yang tak tergantikan.

Aku berdoa, “Ya Allah, muliakan sahabatku di masa purna tugasnya. Jadikan waktunya penuh berkah, keluarganya bahagia, dan silaturahmi kami tetap terjaga sampai Engkau pertemukan kami kembali di surga-Mu.”

Rotasi telah mempertemukan kita, perpisahan akan membuatku semakin paham arti kebersamaan. Dan aku akan selalu menyimpan semua kisah kita dalam lembar hati terdalam.

Salam penuh cinta, dari aku, sahabatmu yang masih menunggu Januari 2028. 🤍

Baiti Jannati, Rabu 27 Agustus 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post