Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Zoom 1000 Suara di Lantai Dua

Zoom 1000 Suara di Lantai Dua

Oleh Nurbaiti

Hari ini, awal September ceria, sekolah kami resmi memulai pembelajaran jarak jauh. Keputusan itu diambil semalam, setelah rapat via Zoom yang dihadiri kepala sekolah, guru, karyawan, dan perwakilan beberapa orang tua murid yang bergabung di komite.

Berdasarkan hasil pantauan dan kabar dari luar, situasi masih belum sepenuhnya aman. Maka demi menjaga kesehatan, ketentraman dan kenyamanan bersama, sekolah akhirnya memutuskan untuk "belajar dari rumah dulu", sambil melihat perkembangan situasi.

Tapi ironisnya, justru gara-gara belajar dari rumah, kami para guru malah tumplek blek di ruang guru lantai 2. Ruangan itu mendadak berubah jadi arena konser dadakan. Bukan konser musik, tapi konser suara para guru yang masing-masing sedang mengajar via Zoom.

Kursi-kursi biru beroda itu tampak berjajar rapi, tapi siapa sangka di atasnya duduk para "penyanyi" dengan nada, irama, dan tema berbeda-beda.

Aku sendiri duduk di sudut kiri pintu masuk, sambil berusaha mengingat cara pakai pen tablet yang sudah kukantongi tadi pagi dan sudah lama tak tersentuh.

Baru saja aku bilang, “Anak-anak, tolong buka kamera ya, ibu mau mengecek kehadiran dan mau melihat apakah kalian memakai baju seragam atau gak…” eh, suara di depanku sudah nyamber. Guru Ekonomi, bu Dety dengan semangat membara dan suara lembut tapi tegas, berkata, “Nah, kalau harga cabai naik, apa yang terjadi dengan permintaan di pasar?”

Belum sempat kucerna, dari sebelah kirinya terdengar suara super lembut guru Geografi menyahut (tentu bukan untukku, tapi kupingku sudah kena getahnya), “Coba perhatikan struktur batuan beku ini, anak-anak…” Di belakang bu Dety, guru Matematika, bu Rita tak mau kalah, “ Coba amati gambar di layar labtobmu, ada berapa cara mencapai titik P dari titik A melalui B dan C?”

Hadeeh… kupikir ini ruang guru atau malah escape room versi akademis? 😂

Suara paling pecah datang dari pojok agak jauh dari pintu belakang. Guru Bahasa Inggris, bu Yeny dengan lembut dan sedikit santai main tebak kata. “Come on, guys! What is this? Cat? Dog? Nooo… it’s ELEPHANT!” teriaknya lembut. Anak-anak di rumah mungkin bingung, “Ini Bu guru ngajarin bahasa Inggris atau lagi nyanyi karaoke?”

Belum reda, dari ujung lain guru Fisika kelas X, bu Kety dengan gaya khasnya mengatakan, “Perhatikan angka penting ini, jangan asal tulis nol yaa!” Tak jauh dari sana, guru PKn, bu Harty memanggil lantang, “Kita sebagai warga negara punya kewajiban apaaa?” Guru Sejarah, bu Mery ikut nyelip, “Ingat, peristiwa itu terjadi tahun berapa?” Nun jauh dari pintu masuk, paling pojok, dekat kulkas, pak Deny berkata, " Ikan sepat ikan gabus, jawab cepat lebih bagus" Kamilun ikut tertawa. Dan guru Agama Katolik pun tak tinggal dan menyampaikan tentang keimanan, penuh penghayatan.

Astaghfirullah… kalau ada siswa yang bisa multitasking, mendengar semua sekaligus, mungkin dia sudah jadi profesor sekarang. 🤭

Di layar laptopku, wajah murid-muridku tampak bengong. Ada yang garuk-garuk kepala, ada yang senyum-senyum kecut. Aku bisa membayangkan isi hati mereka: “Bu, ini belajar fisika atau dengerin sinetron ruang guru?”

Aku menahan tawa, hampir pecah sendiri melihat “konser” ini. Tapi, di sisi lain aku kagum. Semua guru tetap fokus, tak tergoyahkan oleh badai suara. Masing-masing punya misi: menyampaikan ilmu, meski dengan gaya, volume, dan tema yang berbeda.

Dan di sanalah aku belajar sesuatu hari itu. Bahwa sejatinya, hidup ini juga begitu: kita dikelilingi suara-suara yang macam-macam, tapi kuncinya adalah fokus pada tujuan. Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya)." (HR. Baihaqi)

Jadi, meskipun ruang guru hari itu riuh bak pasar malam, aku tahu, semua suara yang bersahut-sahutan itu adalah bukti cinta. Cinta guru kepada muridnya.

Aku juga berpikir, andai supervisor masuk ke ruang ini, duh sekali nyelam bisa dapat banyak ikan...hehe. Sekali datang bisa ngenilai banyak orang.

Dan kalau suatu saat ada murid yang protes, “Bu, kok suaranya rame banget sih?” Aku akan jawab santai sambil senyum, “Anggap saja kalian lagi ikut program NASA Karaoke on Zoom.” 🎤😆

Pondok Bambu, Senin 1 Seotember 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post