Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kelas Heboh dan Gulungan Kertas Kecil

Kelas Heboh dan Gulungan Kertas Kecil Syahbati

Kalau ditanya kelas mana yang paling heboh, jawabannya gampang: ya kelas ini. Pintar? Mudah-mudahan. Ide-idenya melimpah, kreativitasnya segunung. Tapi... jangan tanya soal suara. Mulut mereka bisa lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Ada saja komentar, celetukan, teriakan dan tawa, bahkan kadang pertanyaan-pertanyaan “out of the box” yang bikin aku sebagai wali kelas antara pengen ketawa dan pengen facepalm.

Sejak pertemuan pertama menjadi wali kelas, aku dan anak-anak sepakat beberapa aturan kecil yang (semoga) bisa menjaga keseimbangan kelas ini. Dua di antaranya agak unik:

Pengurus kelas dipilih secara demokratis hanya untuk satu semester. Kenapa? Biar semua anak punya giliran memimpin, berbagi pengalaman, dan merasakan tanggung jawab. Tempat duduk tidak menetap. Artinya, bangku bisa berpindah, teman sebangku pun sewaktu-waktu bisa berganti. Bisa seminggu atau pertiga hari sekali.

Awalnya, aku sudah coba memutar posisi bangku. Baris depan pindah ke belakang, sisi kiri geser ke kanan. Hasilnya? Nihil. Obrolan tetap ramai, soalnya teman sebangku masih sama. Kalau udah partner yang akrab, apalagi yang punya chemistry dalam hal ngobrol, jangan harap mereka bisa diam.

Akhirnya aku dapat ide. Tadi malam, sebelum pertemuan wali kelas pagi ini, aku umumkan di grup:

“Besok bawa secarik kertas kecil ukuran 6x3 cm ya. Tulis nama dan nomor absen, gulung rapat-rapat. Nanti kita undi. Satu kotak untuk cowok, satu kotak untuk cewek. Siap-siap dapat partner sebangku baru!”

Pagi tadi, jam ke nol, 6.30 waktu Indonesia bagian NASA. Aku masuk kelas sambil membawa dua kotak perhiasan cantik, satunya pinjaman bu Eka. Wajah anak-anak langsung berubah penasaran. Ada yang nyeletuk, “Bu, itu apaan? Undian hadiah motor?” Yang lain menimpali, “Atau undian gebetan, Bu?”

Aku cuma senyum sambil bilang, “Tenang, ini bukan undian gebetan. Ini Rolling Bangku Challenge!

Seketika kelas pecah. Ada yang bersorak, ada yang tepuk tangan, ada juga yang pura-pura tegang seperti mau ikut ujian nasional.

Satu per satu mereka maju. Aturannya sederhana: mata ditutup, tangan meraba gulungan kertas, lalu ambil satu. Nama yang keluar adalah teman sebangku barunya. Ada yang dapat sahabatnya sendiri dan langsung teriak, “Yes!” Ada juga yang dapat lawan debat abadinya, langsung manyun, “Hadeeh, Bu…” Dan ada yang cuma nyengir malu-malu karena dapat teman yang jarang diajak ngobrol.

Aku sengaja biarkan ekspresi mereka berwarna-warni. Karena begitulah hidup: kadang kita dapat yang kita harapkan, kadang kita harus belajar menerima yang tak kita pilih.

Setelah semua selesai, aku menutup sesi dengan kalimat sederhana, “Anak-anak, siapa pun teman sebangkunya, itu cara Allah memberi kita kesempatan belajar. Ingat, Rasulullah bersabda, ‘Mukmin yang satu dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan.’ Jadi tugas kalian bukan cuma duduk bareng, tapi saling mengingatkan, saling menguatkan,saling membantu”

Kelas langsung hening. Tapi heningnya cuma sebentar. Lima detik kemudian, celetukan khas kelas heboh kembali muncul: “Bu, kalau bangunannya roboh gimana?” Seketika kelas kembali riuh. Aku hanya bisa geleng-geleng sambil menahan tawa.

Hari ini aku bisa pulang dengan hati lega. Gulungan-gulungan kertas kecil itu memang terlihat sederhana. Tapi di baliknya, ada pelajaran besar yang sedang mereka jalani: belajar beradaptasi, belajar menerima perbedaan, dan belajar menghargai siapa pun yang duduk di sampingnya.

Aku pun belajar sesuatu. Mengelola kelas heboh memang butuh ekstra sabar. Tapi ternyata, kita tak selalu harus tegang. Kadang cukup dengan sedikit permainan, sejumput kreativitas, dan bumbu doa, kelas bisa berubah menjadi ruang belajar yang bukan hanya hidup, tapi juga penuh tawa. 🌸

Pondok Bambu, Ruang Guru Lt. 2

Senin, 22 September 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post