Selawat di Bawah Langit NASA
Selawat di Bawah Langit NASA
Syahbati
Langit pagi di sekolah NASA seperti sedang berbisik lembut. Tirai hijau membelah lapangan dalam, seakan memisahkan dua samudera manusia: para ikhwan dengan koko dan pecinya yang sederhana namun gagah, dan para akhwat dengan gamis serta jilbab senada yang anggun sekaligus trendy.Di wajah mereka kulihat cahaya muda yang berkilau, seperti bunga-bunga iman yang mekar di taman sekolah.
Hari ini bukan hari biasa, hari ini adalah hari cinta. Cinta yang kita rayakan dengan selawat, dengan lantunan ayat suci, dengan rasa rindu kepada Nabi Muhammad SAW.
Sesaat aku memandang lagi anak-anak sekolah ini. Ingin kurangkai kata untuk bercerita, entah kepada siapa. Mungkin untuk diriku nanti di hari tua.
Hari ini, Jum'at pagi, lapangan dalam sekolahku dipenuhi anak-anak dengan penampilan yang berbeda. Lapangan dibagi dua dengan pembatas tirai. Muslim berpakaian rapi, koko dan peci yang dipakai semakin menambah suasana islami.
Tak jauh beda, anak perempuan dengan pakaian muslimahnya semakin mencerminkan gaya trendy masa kini. Gamis dengan jilbab senada semakin memperkuat gaya mereka. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh sekolah NASA, terkesan mendalam.
Dua hari sebelumnya, panitia menyelenggarakan berbagai lomba. Mulai dari MTQ, MHQ, CCI, Azan, DAI sampai Hadroh. Wauuu banget kan? Dan hari ini, mereka yang mendapat juara ditampilkan.
Ketika MC membuka acara, dan sebelum acara berlanjut, pembacaan ayat suci Al-Qur'anpun dilantunkan oleh Adriana juara 1 MTQ. Begitu juga dengan pemenang Daiyah, Keisya calon ustadzah masa depan, aamiin. Tampil dengan gaya khasnya remaja zaman now.
Sebelum acara puncak yaitu ceramah Maulid oleh KH. Khairuddin, S.Ag, grup Hadroh jebolan sekolah memenuhi panggung. Merdunya suara mereka memecahkan indahnya pagi di lapangan dalam sekolah NASA.
Menjelang akhir acara, para pemenang pun dipanggil ke panggung dan diberi hadiah. Tepuk tangan di lapangan dalam itu terdengar seru.
Masih ada satu lagi yang lebih seru, sebagai pamungkas acara, yaitu tampilan hadroh kolaborasi guru dan pemenang Hadroh juara satu.
Tadi aku sempat ragu, bisakah bapak-bapak guru pkn, sosiologi, agama, memukul alat musik rebana, bass hadroh, dan tam sambil melantunkan selawat dengan iringan? Ternyata... aku salah besar.
Bapak guru yang masih muda-muda ini tampil memukau, tentu ikut dibayangi oleh Denny sang juara. Okeh banget deh pokoknya. Salut sama NASA.
Setelah selesai acara Maulid, acara kedua akan dimulai, LDKS kelas X. Weeuuhhh... rasanya hari ini sekolah kami seperti tak berhenti berdenyut dengan semangat dan cahaya.
Dan ketika tepuk tangan terakhir menggema, aku sadar: hari ini bukan sekadar peringatan Maulid. Ia adalah pengingat bahwa cinta kepada Rasulullah SAW harus terus kita jaga, dari lantai kelas hingga lapangan luas, dari hati yang berdebar hingga langkah yang menapak.
Semoga setiap selawat yang kita lantunkan menjadi cahaya, mengiringi kita menuju jalan-Nya, hingga kelak kita berjumpa dengan Rasulullah di telaga kasihnya. Aamiin yaa Rabbal'aalamiin
Ruang Guru Lantai 2, Pondok Bambu, Jum'at, 19 September 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan