Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tidur di zoom, Bangun dengan Mimpi Baru

Tidur di Zoom, Bangun dengan Mimpi Baru

Syahbati

Sejujurnya, keinginan untuk bisa bahasa Inggris sudah menempel di hatiku sejak lama. Bahkan sebelum internet secanggih sekarang, aku pernah rela beli kaset dan buku bahasa Inggris. Bayangkan, kaset pita yang bunyinya suka “kresek-kresek” kalau kelamaan diputar. Aku putar kaset di tape recorder, buka buku, lalu mencoba nyimak. Tapi percobaan itu tak bertahan lama. Bukan karena malas, tapi karena tumpukan administrasi guru lebih “galak” daripada guru bahasa Inggris.

Setiap hari aku harus menyiapkan materi ajar, membuat soal, lalu menghitung jawaban apakah benar atau salah. Aku pikir, lebih memalukan kalau aku tidak bisa menjelaskan pelajaran fisika ke anak-anak daripada tidak bisa ngomong bahasa Inggris. Maka, untuk sementara, kuanggap bahasa Inggris tidak terlalu penting. “Fisika dulu, Inggris belakangan,” begitu pikiranku dulu.

Tapi… zaman berubah. Sekarang aku bisa terpesona melihat anak-anak SMA bercakap-cakap dengan guru bahasa Inggris mereka, dengan lidah yang lentur dan dialek seperti bule. Aku hanya bisa menatap kagum sambil menelan ludah. Dalam hati, aku merasa… Ya Allah, betapa bodohnya aku. Anak SD saja bisa, aku kok masih terbata-bata?

Hingga suatu malam, saat sedang iseng scroll layar HP, mataku tertumbuk pada sebuah “ajakan” belajar bahasa Inggris dari nol. Ajakan itu begitu menawan, seperti iklan bakso yang kebetulan lewat pas kita lapar. Tidak gratis memang, tapi aku pikir, mungkin ini yang kucari. Urusan ada waktu atau tidak, bisa diusahakan.

Maka tadi malam, aku resmi ikut Zoom pertamaku.

Jam sudah menunjuk 19.30, selepas Isya. Aku buka Zoom dengan tangan agak gemetar. Ternyata peserta sudah lebih dari seratus orang! “Lah… apa mereka dari Magrib sudah nongkrong nungguin?” pikirku heran. Aku sendiri baru bergabung tepat waktu, jam teng.

Yang membuatku tercengang, bukan hanya jumlah peserta, tapi juga gurunya. Luar biasa disiplin! Sesuai jadwal. Tidak ada “ngaret” barang satu menit. Padahal biasanya aku sendiri suka molor lima belas menit kalau ngajar. 😂

Lebih mengejutkan lagi, kelas ini tanpa moderator, tanpa power point, tanpa basa-basi. Guru langsung bicara. Semua suara peserta dikunci. Katanya, supaya tidak terganggu kalau ada yang tiba-tiba anaknya nangis atau ayam jago tetangganya berkokok.

Kamera disarankan dibuka, terutama saat sesi ngobrol dengan guru. Aku? Oh tentu saja, dengan sopan tapi penuh trik, aku tidak membuka kamera. Alasannya sederhana: aku tidak berhijab. Jadi, tanpa minta izin, aku tekan tombol “turn off camera”. Semoga malaikat catat ini sebagai strategi, bukan ketidaksantunan. 🙈

Hal ternyaman dari Zoom adalah: aku bisa ikut kelas sambil rebahan di kamar. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Guru memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris yang… aduh, bule banget. Saking bulenya, aku cuma melongo, tidak paham satu kata pun. Untung beliau paham kondisi kami, lalu menerjemahkan sendiri. Alhamdulillah, aku tidak tersesat total.

Pertanyaan pertama dari guru membuatku terkejut. Bukan nama, bukan asal kota, melainkan: “What is your favorite food?”

Astaghfirullah… makanan kesukaan? Kolom chat langsung ramai. Peserta menulis berbagai makanan: nasi goreng, bakso, sate, pizza. Aku pun ikut menulis yang aman: “sate.” Padahal itu bukan makanan favoritku. Kesukaan asliku sih Mie Aceh. Tapi aku takut kalau nulis itu, nanti ditanya detail. Aku belum siap jadi duta kuliner daerah. Lagian, tidak mungkin juga kan guru bule itu tiba-tiba traktir kami semua? Jadi, menulis “sate” sepertinya jalan paling selamat.

Tidak berdosa kan, ya, kalau sekali ini aku tidak jujur? 😂

Setelah itu, guru meminta kami menjelaskan makanan favorit itu lebih panjang. Anggap saja beliau bule yang tidak tahu apa-apa tentang makanan Nusantara. Jadi kami harus menjelaskan dari A sampai Z: dari daerah mana asalnya, bentuknya seperti apa, rasanya gimana, sampai harga jual di warung kaki lima.

Waduh! Jemariku langsung kaku. Untuk menulis satu kata saja aku harus berhati-hati, apalagi HP-ku suka iseng. Salah ketik satu huruf, keluar kata lain yang sama sekali tidak nyambung. Bisa-bisa aku menulis “sate kambing” tapi autocorrect berubah jadi “sate kambing guling sambil gulung tikar.” 🤦‍♀️

Akhirnya aku memilih jadi pendengar budiman. Beberapa peserta dipanggil, mereka buka kamera, dan… ternyata rata-rata usianya tidak jauh berbeda denganku. Hebatnya, mereka lancar ngomong panjang-lebar, menjelaskan makanan favoritnya. Aku mendengarkan sambil terkagum-kagum. Lah, kok udah pinter gini masih ikut kelas dari nol?

Tak terasa, dua jam berlalu. Guru mereviu materi, lalu menutup dengan salam. Aku baru sadar, aku sempat ketiduran. Rebahanku berubah jadi tidur lelap, sambil Zoom masih menyala.

Begitu bangun, aku tersenyum getir. Belajar bahasa Inggris di usia sekarang memang bukan hal mudah. Tapi bukankah Allah menilai usaha, bukan hasil? Bukankah setiap ilmu yang bermanfaat, bahkan sekadar mengenal bahasa orang lain, juga bagian dari ibadah?

Aku mungkin malu, bahkan merasa bodoh. Tapi lebih malu lagi kalau aku menyerah sebelum berjuang.

Maka aku bertekad: biarlah malam ini jadi cerita lucu—rebahan, sate bohong, tidur di Zoom. Tapi besok, aku ingin bangun dengan mimpi baru.

🌿 “Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Dan semoga, jalan kecilku melalui Zoom ini, meski berliku-liku, bisa jadi bagian dari jalan itu.

Baiti Jannati, Malaka Sari, Senin, 30 September 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post