Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Zoom, Malu dan Sebuah Harapan

Zoom, Malu, dan Sebuah Harapan

Oleh Syahbati

Malam itu layar HP menyala. Sebuah tautan Zoom menunggu untuk diklik. Jantungku berdegup tak biasa, bukan karena ada ujian Fisika, tapi karena aku merasa akan “diuji” dengan bahasa asing yang sejak lama hanya jadi tamu di pikiranku: bahasa Inggris.

Dulu, aku tidak segan-segan mengucapkan kata-kata sederhana. “Good morning… How are you?” keluar dengan polos, tanpa takut ditertawakan. Tapi entah kenapa sekarang, lidahku terkunci. Malu. Malu bukan hanya karena tak fasih, tapi malu karena tidak bisa. Apalagi, ketika anak-anak SD kini sudah begitu luwes menyapa gurunya dalam bahasa Inggris dengan logat bule. Hatiku seakan dipelintir rasa minder.

Aku jadi teringat masa lalu. Saat internet belum semewah sekarang, aku pernah membeli kaset bahasa Inggris beserta bukunya. Aku duduk di dekat tape recorder, menekan tombol “play”, lalu menirukan kalimat dari kaset sambil membuka buku. Suara asing itu kuikuti dengan penuh semangat. Tapi semangat itu tidak bertahan lama. Tugas administrasi guru selalu menumpuk. Malam-malamku lebih sering habis untuk menyiapkan materi ajar, menghitung jawaban soal Fisika agar tidak keliru, daripada melatih lidah mengucap kata “English”.

Dalam pikiranku waktu itu, “Aku akan jauh lebih malu jika tidak bisa menjelaskan hukum Newton kepada muridku, daripada tidak bisa mengucapkan present tense dengan benar.” Dan aku merasa itu keputusan yang logis. Fisika adalah hidupku. Bahasa Inggris? Bisa ditunda.

Tapi kini aku berbeda. Hatiku berubah. Setiap kali melihat anak didik berbicara fasih dengan gurunya, aku tertegun. Kagum bercampur malu hati. Betapa bodohnya aku, pikirku, sampai kalah percaya diri dengan anak-anak yang usianya baru belasan tahun.

Lalu, takdir menuntunku. Saat jemariku iseng menggulir layar HP, mataku berhenti pada sebuah iklan kursus: Belajar Bahasa Inggris dari Nol. Ajakannya manis, persuasif, seolah-olah mengerti kerinduan hatiku yang lama terpendam. Tentu tidak gratis. Tapi bukankah ilmu memang berharga?

“Aku harus mencoba,” batinku. Waktu bisa kucari, niat harus kukokohkan. Dan malam itu, dengan sedikit ragu, aku klik tautan Zoom.

Tiba-tiba aku berada di ruang virtual bersama dua ratus peserta lain. Dua ratus! Aku merasa paling bodoh di antara mereka. Ada yang lancar berbicara, ada yang penuh percaya diri, ada yang bahkan logatnya seperti orang bule. Sedangkan aku? Hanya bisa menatap layar, sesekali mengangguk, sambil menyembunyikan rasa malu.

Tapi aku tetap bertahan. Karena aku tahu, ilmu itu bukan siapa yang tercepat, tapi siapa yang paling tekun.

Aku ingat pesan Rasulullah ﷺ:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Malam itu, aku berjanji pada diriku sendiri. Jika dulu kaset dan tape recorder jadi saksi semangatku yang mudah padam, maka kini Zoom dan HP ini harus jadi saksi tekad baruku.

Aku mungkin tertinggal. Aku mungkin lambat. Tapi aku tidak akan berhenti. Karena bagiku, menuntut ilmu, termasuk bahasa asing, adalah bagian dari jihad kecil: melawan rasa malas, melawan rasa malu, dan melawan bisikan hati yang meremehkan diri sendiri.

Dan siapa tahu… suatu hari nanti, di kelas Fisika, aku bisa berkata kepada murid-muridku:

“Energy cannot be created or destroyed, only transformed.” (Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya berubah bentuk.)

Lalu mereka terkagum, bukan hanya karena fisikanya, tapi juga karena gurunya akhirnya berani berbahasa Inggris.✨

Baiti Jannati, Ahad 29 September 2025.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post