Hari Batik Nasional dan AFB
Hari Batik Nasional dan AFB
Oleh Syahbati
Hari ini sekolah kami lagi-lagi punya wajah baru. Bukan karena temboknya dicat ulang, bukan juga karena ada mural mendadak nongol hasil kreativitas anak OSIS yang kebablasan. Wajah baru ini datang dari manusia-manusianya. Mulai dari kepala sekolah, guru, TU, OB, sampai anak-anak yang duduk manis di depan ruang ujian nungguin pengawas, semuanya kompak pakai batik. Batik bebas! Tampil beda. Lah, kok bisa? Jawabnya simpel: ini Hari Batik Nasional.
Batik yang dipakai pun luar biasa variatif. Ada yang motif parang rusak, ada kawung, ada batik “sok elegan” yang kalau dipakai di kafe bisa dikira dress code reunian, dan ada juga yang… jujur aja lebih mirip taplak meja. Itu mah bukan batik, tapi taplak edition. Termasuk yang kupakai, wkwkwk 😅. Tapi justru di situlah letak komedinya. Semua tampak keren dengan gayanya masing-masing.
Anak-anak yang biasanya masih kelihatan kayak bocah tiba-tiba auto upgrade jadi versi “dewasa” sehari. Serius, kayak lagi nonton trailer film masa depan: Coming Soon… mereka bakal jadi mahasiswa!
Momen langka setahun sekali ini bikin semua guru dan karyawan langsung sepakat foto bareng di podium lapangan, sebelum masuk ruang pengawasan. Lengkap, dari yang pakai batik resmi “kaku elegan” sampai yang batiknya mirip daster premium, kayak punyaku 🤭. “Cekreeek!” 📸 Jadilah dokumentasi sakti.
Kalau nanti ada yang nanya, “Bu, gimana sekolah ibu merayakan Hari Batik?” tinggal kasih foto. Gak usah pake orasi. Karena jujur aja, di zaman sekarang foto jauh lebih dipercaya daripada kata-kata. Prinsipnya gini: asal ada buktinya, baru dianggap nyata. Tanpa foto? Sama aja kayak status WA tanpa centang biru: diragukan eksistensinya.
Dan lucunya lagi, semua ini terjadi di tengah AFB—Assessment Formatif Bersama. Jadi bayangin aja, pagi-pagi kita masih pusing mikirin kisi-kisi soal dan trik biar anak-anak nggak nyontek pakai “jurus HP di bawah meja”. Tapi sebelum masuk ruang pengawasan, malah hebohnya kayak kondangan massal. Bedanya, di kondangan ada nasi box, kalau di sini? Ternyata ada jamuan istimewa dari panitia.
Nah ini bagian paling serius tapi kocak: snack pagi. Kalau kemarin pengawas dimanjain dengan roti manis yang lembutnya bikin ingin nambah dua kali, hari ini konsepnya beda. Lebih alami. Panitia menyiapkan rebusan buah-buahan dan kacang-kacangan. Lengkap! Ada ubi, singkong, pisang, talas, dan kacang rebus. Pokoknya seperti sedang mampir ke rumah nenek di kampung. Minumannya? Jangan khawatir. Ini warung mini all you can brew. Mau teh? Ada. Kopi hitam? Siap. Kopi susu? Tentu. Air putih? Sudah jelas. Semua bisa diseduh sendiri. Rasanya kayak dapur terbuka, tapi versi sekolah. Besok apa ya? Jangan-jangan nasi box. Panitia emang tak bisa ditebak. Selalu ada kejutan! 🤔
Aku sempat mikir, mungkin tahun depan kalau kebun belakang sekolah yang sedang dirintis prasana beneran bisa panen, kita bakal makan hasil bumi sendiri. Coba bayangin, briefing pagi sambil nyicip jagung manis “made in NASA” atau pepaya yang baru dipetik. Sungguh kemandirian pangan yang sesungguhnya! 😄
Sementara itu, anak-anak di luar ruangan juga punya gaya baru. Dulu zaman aku, anak-anak suka main kertas ulangan, dibentuk pesawat atau pesen kertas lipat-lipatan cinta ala 90-an. Tapi sekarang? Dunia sudah berubah. Mainannya laptop dan HP.
Mereka duduk di depan ruang ujian, baris rapi kayak antre sembako, tapi tangannya cekatan scrolling. Entah benar-benar belajar, atau malah nonton YouTube? Yang jelas, buku semakin jarang disentuh. Seakan-akan buku itu cuma “benda eksotis” yang layak dijadikan pajangan di rak, bukan sahabat belajar.
Akhirnya, Hari Batik di sekolah bukan cuma soal motif kain. Tapi jadi ajang refleksi kecil bahwa kebersamaan itu juga batik: saling anyam, saling kait, saling tawa. Ada yang sibuk foto, ada yang sibuk seduh kopi, ada yang sibuk “ngonten” buat story IG. Dan aku? Sibuk juga mencet-mencet keyboard HP, senyum-senyum sendiri, nulisin cerita ini.
Kita jadi sadar, bahwa setiap batik punya cerita, dan hari ini kita menenun cerita itu jadi kain kebersamaan bernama keluarga sekolah. Sekolah kita. NAmSAtu Jaya Selalu. Aamiin.
NASA, Ruang Guru Lantai Dua. Kamis 2 Oktober 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
