Bolak-balik ke kamar mandi
“Kita boleh menyusun rencana serapi mungkin, tapi pada akhirnya Allah SWT-lah yang menentukan.”
Kalimat itu berputar-putar di kepalaku sejak pagi, seperti kaset lama yang tak mau dimatikan.
Padahal semalam, aku sudah menyusun rencana harian dengan penuh percaya diri.
Rapi. Terstruktur. Indah.
Pokoknya versi paling ideal dari diriku.
Hari ini, aku mau:
Nyuci. Banyak tumpukan baju yang sudah kulirik sejak kemarin.
Mengedit cerpen yang mau kukirim untuk lomba—kupikir, aku bakal duduk manis sambil menyeruput kopi.
Mempermak beberapa pakaian yang sudah kuletakkan cantik di dekat mesin jahit.
Dan terakhir, merekap uang kesra.
Kukira semuanya akan berjalan sesuai alur hidup yang manis.
Ternyata… semesta punya selera humor sendiri.
Begitu bangun tidur, yang menyapaku bukan semangat, tapi perut melilit seperti karet gelang yang ditarik kencang.
Dan sejak itu, hidupku hari ini berubah… menjadi petualangan bolak-balik kamar mandi.
Buang-buang air, pusing, muntah, mual.
Sungguh kombo yang tidak kuminta.
Setiap kali mencoba bangun, dunia terasa berputar seperti setrikaan yang jatuh dari meja.
Makan? Ah, jangankan makan, melihat foto makanan saja seperti melihat adegan horor.
Satu-satunya yang kubiarkan masuk hanya obat, itu pun dengan negosiasi panjang dengan perutku.
Kuhitung-hitung, sejak pagi sampai malam, aku 11 kali mondar-mandir ke kamar mandi.
Barangkali jika ada lomba lari jarak pendek antar ruangan, aku sudah juara nasional.
Shalat fardu tetap kucoba berdiri—selama mampu.
Tapi untuk shalat sunat, aku menyerah. Di rakaat kedua, aku langsung duduk, memohon maaf pada tubuhku sendiri.
Entah kenapa, di tengah rasa lemas itu muncul sekelebat pikiran,
“Ya Allah… apa ini sakit yang membuat hidupku berakhir?”
Manusia memang begitu, ya? Begitu ditampar sedikit oleh sakit, langsung teringat betapa berharganya hidup.
Dalam sujudku yang lemah, hanya satu doa yang terus kupintal:
“Ya Allah, beri aku kesembuhan.”
Aamiin… aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Dan begitulah hari ini.
Hari di mana semua rencanaku rubuh, tapi hatiku justru belajar:
bahwa kadang Allah mengajak kita istirahat dengan cara yang tak kita duga.
Baiti Jannati, Ahad, 30 November 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan