Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kebawa Zona Waktu Syurga

Kebawa Zona Waktu Surga

Aku baru saja menjejakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta, setelah perjalanan panjang dari Aceh. Masih ada sisa aroma tanoh rencong di jilbabku—antara bau rendang Aceh, minyak nilam, dan jet lag spiritual.

Suami dan anakku sudah menunggu di pintu kedatangan. “Bunda udah shalat?” tanya suamiku. “Udah jamak kok tadi di sana,” jawabku ringan, sambil menenteng tas dan senyum kemenangan musafir sejati.

Mereka pun mengangguk, lalu bilang mau shalat dulu. “Kami ke mushola ya, Bun.” “Oke, aku tunggu di luar aja.”

Aku duduk di kursi besi bandara. Di sebelahku, seorang ayah muda menggoyang pelan stroller bayinya yang baru empat bulan. Si kecil tidur pulas, seolah bandara ini kamar pribadinya. Aku tersenyum—manis sekali pemandangan itu.

Tapi lama-lama, aku mulai gelisah. Udah setengah jam lebih, belum juga balik dari mushola. Aku lirik jam di ponsel: 17.50. “Lama banget shalatnya,” gumamku. “Apa nambah tahajud sekalian?”

Tiba-tiba, klik! otakku nyala. Ya Allah… aku baru sadar. Di Jakarta udah magrib! Sementara di Aceh, jam segitu masih asar!

Pantes aja tadi anakku sempat melongo waktu aku bilang, “Bunda udah jamak magrib-isya tadi di sana.” Bingung banget wajahnya—mungkin dia berpikir, “Gimana ceritanya Bunda shalat magrib di Aceh, padahal matahari aja belum turun?” 😅

Aku ngakak dalam hati. Sungguh, ini akibat kebawa zona waktu Aceh. Seolah-olah aku masih di bawah langit Baiturrahman yang jingganya belum sempurna.

Ba’da Isya nanti aku akhirnya menuntaskan magrib-isya dengan penuh kesadaran waktu dan tawa kecil. Ah, ternyata bukan cuma hati yang susah move on dari kampung halaman—jam biologis dan jadwal shalat pun ikut baper.

Tapi aku bersyukur, Allah kasih pelajaran lucu hari ini: Musafir itu bukan cuma soal jarak, tapi juga tentang kesadaran waktu dan tempat. Dan kalaupun salah perhitungan, yang penting tetap ingat arah kiblat—bukan arah pulang 😄

Magrib. Bandara Sukarno-Hatta, Ahad, 9 November 2025.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post