Pagi yang Bergegas
Pagi yang Bergegas
Syahbati
Perutku tiba-tiba keroncongan hebat—lapar yang sampai membuat tubuhku gemetar. Padahal baru sehari aku tidak makan dengan benar.Dalam hatiku terlintas satu pikiran yang membuatku terdiam:
“Bagaimana dengan saudara-saudaraku yang sedang terkena musibah?Yang bukan sehari, tapi berhari-hari tak mendapat makanan? Yang minum saja sulit?”
Dadaku terasa sesak.Ya Allah, berilah mereka yang terbaik dalam segala hal. Lindungi mereka, kuatkan mereka. Aamiin.
Selesai shalat Subuh, dengan hati-hati aku menuruni tangga. Badanku masih lemas, tapi langkah kecil itu aku paksakan juga. Di dapur, aku menjerang kopi dan rebusan herbal: jahe, kunyit, serai, temulawak, dan kayu manis—ramuan sederhana yang selalu menghangatkan tubuhku.
Setelah itu aku mulai memasak:mengetuk telur ke dalam panci, meracik sayur bening, dan mengolah potongan ikan tongkol kering menjadi gulai sederhana. Sedikit nasi semalam pun kukukus kembali.Enam jenis masakan dalam waktu yang begitu singkat.Aku sempat berniat membawa sebagian ke sekolah, tapi waktu begitu sempit, tak sempat mewadahinya.
Untuk mengisi tenaga, aku makan satu telur rebus dengan sedikit sayur dan sepotong kecil ikan.Setidaknya agar gemetar lapar itu bisa mereda.
Saat kulirik jam dinding, jantungku berdesir.Pukul 06.00.Dalam 30 menit, bisakah aku tiba di sekolah?“Ya Allah…”
Aku masuk kamar mandi. Tidak ada waktu berdiri lama atau bertele-tele. Harus secepat mungkin. Setelah itu kuganti baju: kebaya abu-abu, sesuai acara hari ini. Tidak sempat berdandan—bahkan bedak pun tidak.
Jam menunjukkan 06.20 saat aku menuruni tangga. Jaket kupakai sambil berjalan keluar teras. Nafas terasa memburu.
“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah.”
Kutekan starter kuda besiku.Sisa perjalanan, aku serahkan pada Allah—Sang Pemilik Waktu, tempat segala lelah bersandar dan semua langkah berpulang. Alhamdulillah aku tiba di sekolah dengan selamat, tak ada kemacetan, 9 menit melebihi dari targetku. 💛
Baiti Jannati, Jum'at 5 Desember 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan