Jongkok yang Terhenti
Jongkok yang Terhenti
Syahbati
Liburan kali ini tak seceria daftar rencana yang kutulis rapi di buku kecil. Semua tampak sederhana: mencuci, menyetrika, menata, menulis. Tidak ada target muluk. Hanya ingin rumah sedikit lebih rapi dan hati terasa utuh.
Ahad pagi aku mencuci jilbab. Dua puluh dua helai. Tidak banyak. Air mengalir, tangan bekerja, tubuh menurut. Setelah itu aku berangkat pengajian, membawa rasa puas kecil yang sering tak dianggap siapa pun.
Senin pagi aku melanjutkan. Rok kerja, baju anak, sisanya yang belum sempat tercuci. Aku menyetrika jilbab yang kemarin. Uap panas naik, tapi hatiku hangat.
“Lumayan,” kataku dalam hati. Setidaknya beberapa rencana tidak tinggal rencana.
Selasa pagi aku berdiri lama di depan kamar mandi. Masih ada baju kerja. Masih ada gamis. Tanganku sudah siap mengguyur air, tapi tubuhku lebih dulu bicara. Perih. Tak keras, tapi cukup membuatku diam. Aku tahu rasa ini. Ambeien. Kata yang jarang diceritakan perempuan, padahal sering dialami.
Aku teringat dua episode mencuci dengan jongkok lama. Ternyata tubuhku tak sekuat niatku. Aku mundur selangkah. Bukan kalah. Hanya berhenti. Hari itu aku lebih banyak berbaring.
Rencana-rencana menatapku dari kejauhan, tapi tak lagi menuntut. Aku belajar satu hal yang sering lupa kupelajari: bahwa mendengarkan tubuh juga bagian dari ibadah. Tidak semua liburan harus produktif. Tidak semua jeda berarti malas. Ada kalanya Allah menghentikan langkah agar kita tidak terus melukai diri sendiri sambil merasa “sedang berjuang”.
Aku tersenyum tipis. Cucian bisa menunggu. Tubuh tidak. Dan hari itu, untuk pertama kalinya selama liburan, aku merasa tidak gagal, hanya sedang belajar mencintai diri sendiri dengan cara yang lebih lembut.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan