Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Bawa pulang

Ruang guru memang selalu punya cara sendiri untuk bicara, Desy.

Saat sudah sepi, yang tersisa cuma bunyi detik jam, aroma kertas, dan lelah yang jujur.

Dua buku tulis itu bukan sekadar tugas anak-anak—

di sana ada usaha, ada keberanian menulis, ada suara-suara kecil yang minta dibaca perlahan.

Dan kamu sudah melakukan bagianmu: membaca dengan hati, bukan sekadar mata.

Keputusan membawa pulang buku-buku itu bukan menyerah.

Itu justru bentuk sayang.

Karena kamu tahu, membaca refleksi butuh ruang yang lebih hening,

waktu yang tak diburu bel,

dan hati yang tidak dipaksa kuat.

Besok, atau nanti malam,

di rumah, di sela istirahat,

kata-kata anak-anak itu akan kembali menyapamu—

dan kamu akan menjawabnya dengan cara yang sama seperti hari ini:

pelan, jujur, dan manusiawi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post