Mengajar Fisika, Belajar Sabar (3)
Saat Lelah Itu Menguji Niat
Syahbaty
Ada satu hari yang masih kuingat jelas.
Hari ketika aku masuk kelas dengan tubuh yang tidak sepenuhnya siap, dan hati yang sudah lebih dulu capek. Bukan karena fisika, tapi karena hidup yang tak pernah memberi jeda sempurna.
Materi hari itu sebenarnya bukan yang paling sulit. Tapi kelas terasa berat. Suasana tidak kondusif. Suara gaduh muncul dan tenggelam, seperti gelombang yang tak kunjung reda. Aku menegur, mengingatkan, lalu mengulang penjelasan. Lagi dan lagi.
Sampai akhirnya aku berhenti berbicara.
Aku berdiri di depan kelas, menatap wajah-wajah yang sebagian lelah, sebagian acuh, sebagian bahkan tak sadar aku sedang diam. Di titik itu, aku merasa kosong. Bukan marah, tapi hampa. Seperti energi yang benar-benar habis.
Dalam hati aku bertanya,
“Masih layakkah aku berdiri di sini?”
“Masihkah ada yang perlu kudedikasikan hari ini?”
Tanganku gemetar ringan. Suaraku tertahan di tenggorokan. Aku memilih duduk sebentar, menghela napas panjang, lalu berkata pelan, hampir seperti berbicara pada diri sendiri,
“Bu guru capek hari ini.”
Kelas mendadak sunyi. Tidak ada ceramah panjang. Tidak ada rumus baru. Yang ada hanya kejujuran—bahwa guru juga manusia. Bahwa mengajar bukan tentang selalu kuat, tapi tentang tetap hadir meski lelah.
Setelah itu, aku lanjutkan pelajaran dengan tempo yang lebih lambat. Tak sempurna. Tak spektakuler. Tapi cukup.
Sepulang sekolah, aku menangis. Bukan karena siswa, tapi karena menyadari satu hal: ternyata niat mengajar diuji bukan saat kita bersemangat, tapi justru saat kita ingin berhenti.
Dan di sanalah aku belajar arti sabar yang paling sunyi.
Sabar untuk tidak menyerah.
Sabar untuk tetap datang esok hari.
Sabar untuk percaya bahwa satu hari yang terasa gagal, belum tentu sia-sia. Karena mungkin, di antara kegaduhan dan kelelahan itu, ada satu hati kecil yang diam-diam belajar bukan fisika…melainkan ketekunan.
Selasa, 6 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan