Mikir Lagi
Mikir Lagi
Ada hari-hari
di mana hidup tidak meminta kita melangkah,
melainkan berhenti sejenak
dan mendengar detak hati sendiri.
Hari itu, kelas berjalan seperti biasa.
Papan tulis penuh garis,
angka-angka berdiri rapi,
dan waktu melaju tanpa menoleh.
Sampai seorang anak datang,
membawa sepasang mata yang basah
dan dada yang tak lagi kuat menahan.
Ia menangis bukan karena dimarahi,
bukan pula karena tak berusaha.
Ia menangis karena sebuah angka
yang menjelma ketakutan: 90.
Angka yang bagi kita hanyalah hasil,
namun baginya adalah harapan,
beban,
dan masa depan yang terasa terlalu berat
untuk bahu seusianya.
Di situlah aku memilih mikir lagi.
Tentang belajar yang seharusnya menguatkan,
bukan melumpuhkan.
Tentang nilai yang seharusnya menumbuhkan,
bukan menakutkan.
Tangannya bergetar,
garisnya tak lurus,
sudutnya meleset sedikit.
Bukan karena ia tak mampu,
melainkan karena ia terlalu ingin benar.
Aku memeluknya—
bukan sebagai guru fisika,
tapi sebagai seorang dewasa
yang paham rasanya dikejar ekspektasi
tanpa sempat bernapas.
Saat itu aku sadar,
anak-anak tak selalu butuh tambahan soal,
mereka sering hanya butuh
keyakinan bahwa mereka cukup.
Aku pun mikir lagi,
tentang caraku menilai,
tentang caraku mendengar,
tentang caraku diam
ketika seharusnya memeluk.
Mungkin tugas guru bukan sekadar mengajar,
melainkan menjaga cahaya kecil
agar tak padam
di tengah tekanan.
Karena pendidikan bukan lomba siapa paling cepat,
melainkan perjalanan
agar anak-anak tetap pulang
dengan hati yang utuh
dan mimpi yang masih hidup.
Dan di penghujung hari,
aku berdoa dalam diam:
Ya Allah,
ajarkan kami mendidik dengan cinta,
bukan dengan ketakutan.
Menuntun, bukan menekan.
Menguatkan, bukan melukai.
Lalu aku tersenyum,
dan memilih…
mikir lagi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan