Sya'ban Ruang Sunyi Menata Diri
Sya’ban: Ruang Sunyi Menata Diri
Syahbaty
Rajab telah berlalu.
Ia pergi seperti senja. Indah, tapi sering kita nikmati sambil lalu.
Hari ini, Sya’ban menapakkan langkahnya di hari kelima,
tanpa gegap gempita, tanpa pengumuman istimewa.
Namun justru di situlah maknanya berdiam.
Sya’ban bukan bulan yang ramai disebut.
Ia hadir sebagai ruang sunyi,
tempat amal-amal diangkat ke langit,
dan hati-hati diuji:
apakah masih ingat, atau sudah lupa arah.
Aku, seorang guru, berhenti sejenak.
Di sela koreksi tugas, di antara jam pelajaran dan lelah yang tak selalu sempat diceritakan.
Aku bertanya pada diri sendiri:
apa yang benar-benar tersisa dari Rajab?
Doa yang menguat,
atau niat baik yang sekadar singgah?
Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan ini.
Bukan untuk dipamerkan,
melainkan karena Sya’ban adalah waktu
saat amal-amal dinaikkan.
Dan aku membayangkan:
amal seperti apakah yang sedang menunggu gilirannya untuk dilaporkan?
Sebagai guru, aku sering mengajarkan kesiapan.
Tentang ujian, tentang masa depan, tentang cita-cita.
Namun Sya’ban mengajarkanku pelajaran yang lebih sunyi:
bersiap tanpa sorak, berbenah tanpa ditonton.
Di hari kelima Sya’ban ini,
aku tidak menuntut diriku menjadi hamba yang sempurna.
Aku hanya ingin menjadi hamba yang lebih sadar.
Sadar saat berwudhu.
Sadar saat mengucap sabar.
Sadar bahwa Ramadhan bukan tamu dadakan,
melainkan tamu agung yang perlu disambut dengan hati yang telah dibersihkan.
Jika Rajab kemarin terlewat dengan banyak kekurangan,
maka Sya’ban hari ini adalah kesempatan
untuk menata ulang niat,
menghaluskan langkah,
dan memohon agar kelak Ramadhan tidak sekadar datang—
tetapi benar-benar menetap di jiwa.
Karena sejatinya,
Ramadhan tidak dimulai dari terlihatnya hilal,
melainkan dari hati yang siap menerima cahaya.
Maka di hari-hari awal Sya’ban ini, aku belajar satu hal penting: sebelum Ramadhan mengubah jadwal hidupku, semoga Allah lebih dulu mengubah hatiku.
Berlomba-lomba lah kamu dalam berbuat kebaikan (QS.Al-Baqarah: 148)
Baiti Jannati, Sabtu, 5 Say'ban 1447 H, 24 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan