Doa yang Tak Terucap
Doa yang Tak Pernah Diucap
Syahbaty
Lelah itu kadang tidak bersuara.
Ia datang diam-diam, duduk di pundak, lalu menetap di dada.
Pagi ini aku kembali berdiri di depan kelas.
Menjelaskan, mendengarkan, tersenyum, berjalan dari bangku ke bangku.
Tubuh bergerak, pikiran bekerja, hati berusaha tetap hadir sepenuhnya.
Tak ada yang istimewa. Semua seperti hari-hari biasa.
Namun justru di sanalah letak ujiannya.
Menjadi guru tidak selalu tentang papan tulis dan spidol.
Kadang tentang menahan kantuk.
Tentang menunda keluh.
Tentang memilih tetap ramah meski hati ingin rebah.
Ada hari ketika rencana mengajar rapi di kepala,
lalu buyar karena kondisi kelas tak sama dengan yang dibayangkan.
Ada saat ketika semangat anak-anak naik turun,
dan kita belajar menyesuaikan langkah, bukan memaksakan irama.
Lelah, iya.
Mengeluh, tidak.
Bulan Sya’ban datang seperti ini juga.
Tenang. Tidak gaduh. Tidak banyak disambut.
Ia sering dilewati begitu saja, diapit dua bulan besar yang lebih mencuri perhatian.
Padahal, kata Rasulullah ﷺ,
Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia,
bulan ketika amal-amal diangkat ke langit.
Aku merenung.
Mungkin lelah yang tak sempat terucap ini, doa yang tak sempat dirangkai dengan kata, juga ga ikut terangkat bersama amal-amal kecil yang sering diremehkan.
Langkah ke kelas.
Waktu yang diberikan penuh.
Kesabaran yang ditahan.
Niat yang dijaga diam-diam.
Semua itu bukan kebetulan.
Barangkali Allah sedang mengajari kita satu hal sederhana:
bahwa tidak semua doa berbentuk permintaan,
sebagian menjelma menjadi keteguhan untuk tetap bertahan.
Maka jika hari ini terasa berat,
jika lelah terasa panjang,
biarlah ia menjadi doa yang tak pernah diucap,
namun sampai tepat ke hadapan-Nya.
Sya’ban mengajarkanku itu.
Tentang setia pada proses.
Tentang bekerja tanpa sorak.
Tentang percaya, bahwa Allah Maha Melihat—
bahkan pada lelah yang kita simpan rapat-rapat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan