Kepiting Goreng dan Es Krem Durian
Keluar dari masjid, hati masih khusyuk, pikiran masih penuh ayat-ayat Al-Qur’an…
sampai tiba-tiba iman digoyang oleh dua ujian dunia:
kepiting goreng dan es krim durian.
“Bunda, lihat… itu kesukaan Bunda,” kata anakku polos.
Aku menoleh.
Astaghfirullah… benar.
Dua-duanya favorit.
Dua-duanya memanggil.
Dua-duanya seperti berkata, “Sudah tarawih 20 rakaat kan? Ini reward.”
Kami mendekat.
“Bang, es krim tiga ya,” kataku dengan wajah masih alim mode habis tarawih.
Tapi mataku mulai “liar”.
Menoleh ke kanan.
Di sana… berjajar rapi cucu-cucu kepiting goreng. Crispy. Menggoda. Berkilau kena lampu jalan.
Aku langsung pura-pura jadi orang kota.
“Gimana cara makannya ini bang?” tanyaku polos.
Padahal… itu makanan masa kecilku.
Dari dulu juga makannya begitu.
Penjualnya ramah sekali.
“Gampang Bu, langsung dimakan aja. Nih coba.”
Dikasih satu.
Aku patahkan dua.
Setengah buat suami.
Suamiku langsung komentar pelan,
“Ini kamu nanya cara makan atau cari sampel gratis?”
Aku pura-pura tidak dengar.
Setelah kunyah pertama…
kres! kriuk! gurih!
Langsung hilang semua teori kesabaran.
“Mau satu porsi bang,” kataku mantap.
Dalam hati:
Beli itu wajib setelah mencicipi.
(Padahal dari awal juga mau beli.)
Aku berdiri sambil mengamati pembeli lain, sok serius seperti ahli kuliner.
“Oh… teknik makannya langsung ya… menarik…”
Seolah-olah sedang riset makanan internasional.
Anakku melihatku sambil senyum-senyum.
“Bunda kayak juri MasterChef.”
Aku jawab santai,
“Ini penelitian ilmiah.”
Malam itu lengkap.
Habis khusyuk beribadah,
langsung khusyuk mengunyah.
Dari lantunan ayat ke lantunan kriuk.
Dan aku sadar satu hal:
Ramadhan bukan hanya menahan lapar,
tapi juga ujian ketika makanan favorit tiba-tiba muncul setelah tarawih.
Dan jujur saja…
ujian kepiting goreng itu berat. Sangat berat. 😄
Baiti Jannati, Jum'at, 20 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan