Malam Nisfu Sya'ban
Malam Nisfu Sya’ban: Saat Langit Dibuka, Hati Ditata
Malam ini langit seperti menurunkan suaranya.
Tidak berisik, tidak gegap gempita.
Ia hanya lebih dekat.
Nisfu Sya’ban datang di tengah kelelahan manusia—
di sela jadwal yang padat, doa yang sering tertunda,
dan hati yang kadang lupa arah.
Di malam pertengahan Sya’ban, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Allah membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya.
Bukan untuk mereka yang merasa paling benar,
tetapi untuk hamba yang sadar dirinya banyak salah.
Kecuali dua:
hati yang masih menyimpan syirik,
dan jiwa yang keras karena dendam.
Maka malam ini bukan tentang panjangnya doa,
bukan pula tentang siapa paling khusyuk terlihat.
Ini tentang kejujuran hati saat berdiri di hadapan-Nya.
Sebagai guru, aku sering berdiri di depan kelas,
menata kata, mengatur arah, membimbing langkah.
Namun di hadapan Allah,
aku hanyalah murid yang tak pernah benar-benar lulus.
Malam Nisfu Sya’ban mengajarkanku satu hal penting:
sebelum berharap catatan amal diperbaiki,
aku harus lebih dulu memaafkan—
orang lain, dan diriku sendiri.
Mungkin ada doa yang belum terkabul,
bukan karena Allah tak mendengar,
tetapi karena hatiku masih penuh.
Penuh prasangka, penuh luka lama, penuh keinginan dunia.
Maka malam ini aku belajar mengosongkan.
Menata niat.
Mengembalikan orientasi hidup.
Ya Allah,
jika namaku Engkau tulis di antara mereka yang masih Engkau beri umur,
maka bimbing aku agar umur itu bernilai.
Jika Engkau tetapkan rezeki,
jadikan ia cukup dan membawa berkah.
Jika Engkau catat dosa-dosaku,
hapuskan dengan ampunan-Mu yang tak berbatas.
Nisfu Sya’ban bukan akhir,
ia adalah titik jeda sebelum Ramadhan.
Tempat kita bertanya dengan jujur:
“Sudah sejauh mana aku berjalan menuju-Mu?”
Dan malam ini,
aku memilih menjawabnya dengan doa.
Pelan.
Dalam.
Sepenuh hati.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan