Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tukar Kado Ketika Guru Kembali Jadi Anak-Anak

Tukar Kado Ketika Guru Kembali Jadi Anak-Anak

Tukar Kado: Ketika Guru Kembali Jadi Anak-Anak

Syahbaty

Jika ada satu momen paling ditunggu dalam acara munggahan sekolah kami, jawabannya jelas: tukar kado.

Bukan karena nilai hadiah minimal 30 ribu rupiah. Bukan pula karena bungkus coklat yang seragam dan misterius. Tapi karena di sinilah para guru, karyawan, bahkan pimpinan sekolah berubah mendadak seperti anak-anak yang menunggu hadiah ulang tahun.

Setelah rangkaian acara resmi selesai, dari sambutan, qultum, hingga pelepasan Pak Jumadi yang penuh tawa sekaligus haru dan tibalah sesi paling mendebarkan.

Semua peserta berdiri membentuk lingkaran besar. Dari wakil kepala sekolah, guru, karyawan, hingga komite, masing-masing memegang satu kado erat-erat. Wajah-wajah serius berubah tegang, seolah sedang menghadapi ujian nasional versi hadiah.

Musik mulai diputar. Kado bergerak pindah tangan ke sisi kanan. Ada teman yang siap mengoper ke tangan berikutnya sampai musim berhenti. Kado diam. Musik diputar lagi. Kado bergerak lagi.

Beberapa mulai terlihat panik, khawatir mendapat “isi tak terduga”. Ada yang berdoa dalam hati. Ada yang tersenyum pasrah. Ada yang tampak sangat protektif menjaga kado yang sedang dipegangnya.

Saat hitungan ketiga terdengar, semua membuka kado secara serentak. Dan…ruang Auvi spontan berubah menjadi arena ekspresi bebas.

Ada yang tertawa keras.

Ada yang terdiam menatap isi kado.

Ada yang langsung mencoba hadiah saat itu juga.

Ada yang sibuk mencari siapa pemberi kado dengan tatapan penuh makna.

Suasana menjadi riuh, hangat, dan penuh kejutan. Tidak ada lagi sekat jabatan, tidak ada formalitas hanya kebahagiaan sederhana dalam kebersamaan.

Di tengah kesibukan dunia pendidikan yang penuh target dan tanggung jawab, sesi tukar kado ini menjadi pengingat bahwa guru, karyawan juga butuh tertawa, bercanda, dan merasakan kegembiraan kecil.

Karena terkadang, kebahagiaan tidak terletak pada harga hadiah, tetapi pada momen kebersamaan yang tercipta.

Dan hari jum'at ini, kami semua pulang membawa dua hal: kado di tangan dan senyum di hati.

Baiti Jannati, Malaka Sari, Jum'at 13 Februari 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post