Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kapan Sebenarnya Makan Sahur Harus Berhenti?

Kapan Sebenarnya Maka Sahur Harus Berhenti?

Syahbaty

Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang khas di rumah-rumah kaum muslimin. Lampu dapur menyala lebih awal dari biasanya. Suara sendok beradu dengan piring terdengar di tengah kantuk yang belum sepenuhnya pergi. Di antara rasa mengantuk dan semangat berpuasa, satu pertanyaan sering muncul tanpa benar-benar dipikirkan jawabannya:

Sebenarnya kapan kita harus berhenti makan sahur?

Banyak orang terbiasa berhenti makan ketika waktu imsak tiba. Begitu tulisan “imsak” muncul di televisi atau terdengar dari pengeras suara masjid, sendok segera diletakkan. Ada yang bahkan buru-buru meneguk air terakhir karena khawatir puasanya tidak sah.

Padahal, jika kita menelusuri ajaran yang lebih dalam, ternyata imsak bukanlah batas dimulainya puasa.

Imsak: Sekadar Pengingat

Kata imsak secara bahasa berarti menahan diri. Dalam praktik yang berkembang di masyarakat, waktu imsak biasanya dibuat sekitar 10 menit sebelum adzan Subuh. Tujuannya sebenarnya baik, yaitu sebagai peringatan agar orang bersiap mengakhiri sahur.

Namun secara syariat, puasa dimulai ketika fajar terbit, yaitu saat adzan Subuh berkumandang.

Al-Qur’an menjelaskan hal ini dengan sangat jelas:

“…makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam…”

(QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menunjukkan bahwa makan dan minum masih diperbolehkan sampai datangnya fajar, yang ditandai dengan masuknya waktu Subuh.

Sunnah Mengakhirkan Sahur

Menariknya, Rasulullah justru menganjurkan umatnya mengakhirkan sahur, selama belum masuk waktu Subuh.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jarak antara sahur Rasulullah dengan shalat Subuh kira-kira seukuran membaca lima puluh ayat Al-Qur’an. Artinya sahur memang dilakukan cukup dekat dengan waktu Subuh, bukan jauh sebelumnya.

Kebiasaan ini memiliki hikmah yang besar. Sahur yang mendekati waktu Subuh membantu tubuh memiliki energi lebih lama saat menjalani puasa di siang hari.

Kebiasaan yang Terbentuk di Masyarakat

Tidak sedikit orang yang sebenarnya berhenti makan terlalu cepat karena mengira imsak adalah batas terakhir sahur. Kebiasaan ini akhirnya diwariskan begitu saja dari generasi ke generasi tanpa banyak dipertanyakan.

Padahal memahami perbedaan antara imsak dan waktu Subuh akan membuat kita menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan lebih sesuai tuntunan.

Menjalani Ibadah dengan Ilmu

Ramadhan bukan hanya waktu untuk menahan lapar dan haus. Ia juga menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbaiki cara beribadah. Hal-hal kecil yang sebelumnya dilakukan karena kebiasaan, perlahan bisa dipahami dengan lebih baik.

Mengetahui bahwa sahur boleh dilakukan hingga menjelang adzan Subuh bukan berarti kita menunda-nunda tanpa persiapan. Sebaliknya, ini mengajarkan kita untuk menjalankan ibadah dengan ilmu dan ketenangan.

Karena sering kali dalam ibadah, hal kecil yang kita pahami dengan benar justru membuat ibadah terasa lebih sempurna.

Baiti Jannati, Sabtu 16 Ramadhan 1447, 07 Maret 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post