Sedekah Subuh
Sedekah Subuh yang Diam-Diam Menguatkan
Aku ingin berbagi sebuah kebiasaan kecil yang sedang kuusahakan. Bukan untuk dipuji, apalagi dianggap lebih baik dari siapa pun. Justru ini cerita tentang latihan sederhana agar hatiku tidak terlalu lekat pada dunia.
Setiap Subuh, aku berusaha menyisihkan sedikit rezeki untuk bersedekah. Nilainya tidak banyak — paling sering hanya lima ribu rupiah. Kecil sekali mungkin. Tapi aku belajar bahwa kunci sedekah bukan pada besar kecilnya nominal, melainkan pada konsistensinya. Jangan bolong.
Aku tidak pernah mengkhususkan sedekah itu untuk siapa atau untuk apa. Dalam pikiranku sederhana saja, kumpulkan dulu, nanti Allah yang tunjukkan jalannya.
Karena aku perempuan dan tidak selalu shalat wajib di masjid, aku menyiapkan sebuah kotak kecil dan menaruhnya di bawah tempat tidur. Setiap selesai Subuh, uang lima ribu itu kumasukkan ke dalamnya. Jika suatu hari lupa, maka keesokan harinya aku menggantinya.
Awalnya terasa biasa saja. Bahkan sering hampir terlupa. Namun hari demi hari berlalu, tanpa terasa kotak kecil itu semakin berat.
Sampai suatu waktu aku membukanya — dan aku sendiri terdiam. Jumlahnya sudah mencapai satu juta lima ratus ribu rupiah.
Bukan karena nilainya yang membuatku terharu, tetapi karena aku sadar: sesuatu yang kecil, jika dilakukan terus-menerus, ternyata mampu tumbuh menjadi besar.
Sebenarnya, pada bulan November lalu, aku juga pernah membawa tiga ratus ribu rupiah untuk diberikan kepada seorang saudara yang sedang membutuhkan. Saat itu aku tidak banyak berpikir. Hanya merasa bahwa mungkin rezeki itu memang sedang dititipkan melalui tanganku.
Dari kebiasaan kecil ini aku belajar satu hal: sedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga mendidik hati kita sendiri — agar percaya bahwa rezeki tidak pernah berkurang karena memberi.
Aku masih belajar. Masih sering lupa. Masih harus terus mengingatkan diri sendiri. Tapi setiap Subuh, lima ribu rupiah itu seperti pengingat kecil bahwa selalu ada cara sederhana untuk mendekat kepada Allah.
Mungkin bukan tentang seberapa banyak yang kita beri, tetapi seberapa setia kita menjaga niat untuk terus memberi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan