Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Berawal dari Malas Berakhir dengan Kelas yang Hidup

Berawal dari Malas, Berakhir dengan Kelas yang Hidup

Syahbati

Hari itu, jujur saja… aku capek.

Bukan capek biasa. Ini level capek yang kalau duduk sebentar, rasanya pengen bilang, “Ya Allah, ini kursi kenapa enak banget sih?”

Dari pagi sampai siang, lima kelas sudah aku lewati. Suara hampir habis, tenaga tinggal sisa-sisa semangat.

Dan di titik itu… datanglah satu kelas lagi.

Aku sempat berpikir,

“Kayaknya hari ini ngajarnya santai aja deh… seadanya dulu.”

Tapi ya gitu… “seadanya” versi guru ternyata tetap mikir 😄

Akhirnya aku minta tolong Lara untuk membuatkan 10 soal teori tentang percepatan. Niatnya sederhana: biar anak-anak cari dulu, aku tinggal ngawasin sambil hemat energi.

Aku kirim soal lewat WhatsApp:

“Anak-anak, silakan cari informasi dan jawab soal ini ya.”

Udah. Gitu aja. Tanpa ceramah, tanpa pembukaan panjang lebar.

Beberapa menit kemudian… aku muncul di pintu kelas.

Sedikit misterius.

Kalau boleh jujur, aku bisa bayangin isi kepala mereka:

“Loh… baru juga dikasih soal… kok ibu nya udah nongol?” 😄

Aku masuk, jalan pelan, keliling meja.

Dan benar saja.

Mereka… lagi sibuk.

Serius.

Ada yang buka HP, ada yang diskusi, ada yang mukanya seperti sedang berdamai dengan takdir percepatan.

Aku tersenyum.

“Siapa yang mau menjawab soal nomor 1?”

Beberapa tangan langsung terangkat.

Aku agak kaget.

“Silakan ke depan, siapa saja boleh.”

Dan… mereka benar-benar maju.

Tanpa dipaksa. Tanpa drama.

Salah satu siswa maju ke depan, tanpa bawa HP.

Aku sengaja tidak langsung membacakan soal.

“Siapakah yang berbaik hati membacakan soal nomor 1?” tanyaku.

Arya langsung angkat suara.

Dan begitulah seterusnya.

Satu per satu maju.

Satu per satu mencoba.

Dan yang bikin aku diam sejenak…

Mereka rebutan.

Iya, rebutan maju ke depan.

Padahal jujur saja, ini kelas yang sama.

Anak-anak yang sama.

Materi yang sama.

Yang beda cuma satu:

cara memulainya.

Aku tidak menjelaskan.

Aku tidak ceramah panjang.

Aku hanya… membuka pintu.

Dan ternyata mereka masuk sendiri.

Aku juga melakukan satu hal kecil.

Setiap yang maju, aku beri: ✔ nilai

✔ catatan kecil

✔ senyum (ini penting 😄)

Dan entah kenapa, itu jadi seperti bahan bakar.

Mereka ingin mencoba lagi.

Mereka ingin maju lagi.

Lucunya, hari itu aku tidak membawa laptop.

Biasanya guru identik dengan:

laptop

slide

kabel

kadang… drama colokan 😆

Tapi hari itu?

Aku cuma datang dengan: satu gawai di kantong, langkah kaki yang santai. dan sisa energi yang nyaris habis.

Tapi justru dari kondisi “apa adanya” itu…

lahir kelas yang hidup.

Di tengah semua itu, aku sempat berpikir:

“Jangan-jangan selama ini… aku terlalu banyak mengambil peran mereka.”

Karena ketika aku sedikit mundur,

mereka justru maju.

Ketika aku tidak terlalu banyak bicara,

mereka mulai bersuara.

Hari itu aku belajar satu hal sederhana:

✨ Kelas tidak harus selalu dimulai dengan sempurna

✨ Kadang, justru dari rasa malas… lahir ide yang jujur

✨ Dan dari kejujuran itu… muncul keaktifan yang nyata

Aku keluar kelas dengan senyum kecil.

Bukan karena semua berjalan sesuai rencana.

Tapi karena hari itu aku melihat sesuatu yang lebih penting:

Mereka tidak hanya belajar percepatan.

Mereka sedang belajar…

berani mencoba.

Dan mungkin, tanpa mereka sadari…

aku juga belajar.

Bahwa kadang,

guru tidak harus selalu di depan.

Cukup membuka jalan,

dan membiarkan mereka berjalan.

Dan ya…

kalau boleh jujur lagi 😄

Ternyata…

ngajar model begini…

asiik juga.

Baiti Jannati, Ahad 12 April 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post