Percepatan dari Kehidupan Nyata
Percepatan dari Kehidupan Nyata
Pernah nggak sih kamu merasa terdorong ke belakang saat motor tiba-tiba melaju?
Atau tubuh terasa condong ke depan saat mobil direm mendadak?
Kalau pernah… selamat!
Kamu sedang merasakan langsung yang namanya percepatan.
🌱 Pertanyaan Sehari-hari tentang Percepatan
Yuk kita mulai dari hal-hal yang sering kita alami.
1. Kenapa tubuh terasa terdorong ke belakang saat kendaraan mulai jalan?
👉 Karena kendaraan mengalami percepatan (bertambah cepat).
Tubuh kita “tertinggal” sesaat karena sebelumnya diam.
2. Kenapa kita terdorong ke depan saat kendaraan direm?
👉 Karena kendaraan mengalami perlambatan (percepatan negatif).
Tubuh masih ingin bergerak maju.
3. Apakah benda yang bergerak selalu mengalami percepatan?
👉 Tidak.
Jika kecepatannya tetap (tidak berubah), maka percepatan = nol.
4. Apakah benda yang berbelok mengalami percepatan?
👉 Ya.
Karena arah geraknya berubah, dan perubahan arah termasuk perubahan kecepatan.
5. Mana yang percepatannya lebih besar?
Orang yang mencapai kecepatan tinggi dalam 2 detik atau 5 detik?
👉 Yang 2 detik lebih besar.
Karena perubahan kecepatannya terjadi lebih cepat.
🚀 Apa Itu Percepatan?
Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam selang waktu tertentu.
Keterangan:
� = percepatan (m/s²)
� = perubahan kecepatan
� = waktu
âš¡ Kelajuan dan Kecepatan
Sebelum memahami percepatan, kita harus paham dua hal ini dulu.
🌿 1. Kelajuan (Speed)
Kelajuan adalah jarak yang ditempuh tiap satuan waktu.
Ciri:
tidak memiliki arah
selalu positif
Contoh: 60 km/jam
🌿 2. Kecepatan (Velocity)
Kecepatan adalah perpindahan tiap satuan waktu.
Ciri:
memiliki arah
bisa positif atau negatif
Contoh: 60 km/jam ke timur
Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan
Kelajuan : tidak ada arah, besaran skalar, berdasarkan jarak
Kecepatan : ada arah, besatan vektor, berdasarkan perpindahan
Berdasarkan perpindahan
Contoh Soal & Pembahasan
1. Seorang siswa berjalan sejauh 100 m dalam waktu 20 s.
Ditanya: kelajuan?
👉 Artinya: setiap detik menempuh 5 meter.
2. Seorang siswa berjalan 100 m ke timur dalam 20 s.
👉 Ada arah → disebut kecepatan.
3. Sebuah motor berubah kecepatan dari 10 m/s menjadi 20 m/s dalam 5 s.
👉 Artinya: setiap detik kecepatannya bertambah 2 m/s.
4. Mobil dari 20 m/s menjadi 0 dalam 4 s.
👉 Tanda negatif menunjukkan perlambatan.
🌟 Kesimpulan
Kelajuan → seberapa cepat (tanpa arah)
Soal Latihan:
1. Seorang siswa berjalan sejauh 120 m dalam waktu 30 s.
Hitung kelajuannya!
2. Sebuah sepeda menempuh jarak 200 m ke timur dalam 40 s.
Hitung kecepatan rata-ratanya!
3. Motor bergerak dengan kecepatan awal 5 m/s menjadi 15 m/s dalam 5 s.
Hitung percepatannya!
4. Mobil mengalami perlambatan dari 20 m/s menjadi 0 dalam 4 s.
Hitung percepatannya!
5. Seorang pelari berlari sejauh 300 m dalam 50 s.
Hitung kelajuan rata-ratanya!
6. Sebuah benda bergerak dari diam dan mencapai kecepatan 10 m/s dalam 2 s.
Hitung percepatannya!
7. Sebuah mobil melaju 100 m ke utara dalam 10 s, lalu 100 m ke selatan dalam 10 s.
Hitung: a. kelajuan rata-rata
b. kecepatan rata-rata
8. Sepeda bergerak dengan kecepatan tetap 8 m/s selama 25 s.
Berapa jarak yang ditempuh?
9. Sebuah motor berubah kecepatan dari 12 m/s menjadi 18 m/s dalam 3 s.
Hitung percepatannya!
10. Seorang siswa berjalan 100 m ke timur dalam 50 s, lalu kembali ke titik awal dalam 50 s.
Hitung:
a. jarak total
b. perpindahan
c. kelajuan rata-rata
d. kecepatan rata-rata
Kecepatan → seberapa cepat + arah
Percepatan → perubahan kecepatan
Dan yang paling penting:
Percepatan tidak selalu berarti makin cepat, tetapi setiap perubahan kecepatan — baik besar maupun arah.
11. Dua siswa menuju sekolah:
A berjalan lurus 300 m ke timur dalam 60 s
B berjalan 150 m ke timur lalu 150 m ke barat dalam 60 s
Pertanyaan:
Hitung kelajuan masing-masing
Hitung kecepatan masing-masing
Siapa yang “lebih cepat”? Jelaskan secara konsep
12. Seorang betlati 200 m dalam waktu 20 s, berhenti 20 s dan lanjut 200 m dalam 20 s
Pertanyaan:
Hitung kelajuan rata-rata
Jelaskan pengaruh waktu berhenti
13. Mobil melaju dengan kelajuan tetap 10 m/s, tetapi berbelok membentuk lingkaran.
Pertanyaan:
a). Apakah mobil mengalami percepatan?
b). Jelaskan alasan secara konsep
14. Seorang anak mengendarai sepeda di kompleks rumah. Ia mulai dari diam, lalu dalam waktu 5 detik mencapai kecepatan 5 m/s. Setelah itu ia mempertahankan kecepatannya selama beberapa waktu. Karena melihat temannya, ia memperlambat hingga berhenti dalam waktu 5 detik. Hutung percepatan anak tsb.
15. Sebuah mobil melaju di jalan menurun. Awalnya mobil memiliki kecepatan 8 m/s. Karena pengaruh gravitasi, kecepatannya bertambah menjadi 20 m/s dalam waktu 4 detik. Namun setelah itu, pengemudi mengerem hingga kecepatannya turun menjadi 10 m/s dalam waktu 5 detik.
Pertanyaan:
a. Hitung percepatan saat mobil menurun!
b. Hitung percepatan saat pengereman!
c. Mana yang lebih besar secara nilai mutlak?
16. Pagi itu, Raka hampir terlambat ke sekolah. Ia menyalakan motornya dengan sedikit panik. Awalnya motor dalam keadaan diam. Begitu jalanan terlihat agak sepi, ia langsung menarik gas perlahan namun pasti. Dalam waktu 6 detik, kecepatan motor Raka meningkat hingga 18 m/s. Namun karena melihat ada polisi di depan, Raka segera mengurangi kecepatannya hingga menjadi 6 m/s dalam waktu 4 detik. Pertanyaan:
a. Hitung percepatan motor saat Raka mulai bergerak!
b. Hitung percepatan saat Raka mengurangi kecepatan!
c. Jelaskan perbedaan kedua hasil tersebut!
17. Desy sedang melatih dua siswa untuk lomba. Salah satu siswa, Arya, memulai lari dari keadaan diam dan berhasil mencapai kecepatan 10 m/s dalam waktu 2 detik. Sementara itu, siswa lain, Bima, juga mulai dari diam tetapi mencapai kecepatan yang sama dalam waktu 5 detik. Pertanyaan:
a. Hitung percepatan Arya dan Bima!
b. Siapa yang memiliki percepatan lebih besar?
c. Apa maknanya dalam konteks latihan?
Fisika itu bukan sekadar angka. Ia adalah cara memahami apa yang kita rasakan setiap hari.
Saat kamu terdorong di kendaraan,
saat kamu berbelok,
saat kamu berhenti mendadak…
Itu semua adalah cerita tentang percepatan.
Dan sekarang… kamu sudah mulai memahaminya bukan?
Nasa, Senin, 13 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan