XL Melawan Rasa Anggun
Seorang bapak guru berdiri cukup lama di kios baju di Pasar Tanah Abang. Awalnya niat beli seragam upacara, tapi ujung-ujungnya malah sibuk scroll gawai. Sesekali ia menghela napas, antara sabar menunggu dan takut kehabisan ukuran. Dalam bayangannya, hari Senin nanti ia akan tampil gagah di lapangan, angin pagi menyapa, siswa-siswa terpukau. 😄
“Pak, ini XL-nya sudah ada!” seru penjual. Tanpa banyak kata, baju langsung disambar dan dimasukkan ke tas. “Alhamdulillah… selesai urusan dunia,” gumamnya lega. Di kepalanya, upacara hari Senin sudah terasa seperti peragaan busana tingkat nasional.
Sampai di rumah, baju itu dicoba. Baru satu tangan masuk… sudah terasa janggal. Lengan kedua menyusul… makin aneh. Ia menatap cermin. Diam. Lalu berbisik, “Astaghfirullah…” Ternyata… itu baju perempuan. Ia menelan ludah, menatap bayangannya lagi. “Pantas… dari tadi kok aura saya… lembut sekali…” 🤣
Pondok Bambu, NASA, RG Lantai 2. Selasa, 14 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
