Nulis Puisi
SALAM LITERASI DADAKAN
Oleh: Syahbati
Pulang siang niat tidur, mata malah melek. Magrib kelar, aku ikut Zoom. Pelatihan puisi. Pematerinya gak kaleng-kaleng: juara baca puisi, juara cipta puisi nasional, internasional. Ilmunya tumpah-tumpah. Aku seneng, akhirnya ngarang puisi gak modal iseng lagi. Biar kata hati, ada ilmunya.
Panas bikin gerah, AC kunyalakan. Rebahan, jilbab kulepas, biar adem. Sambil dengerin materi, tanganku mulai ngerangkai kata. Diksi ditata, majas disulam. Ah, jadi juga puisiku. Persis barengan pemateri bilang, “Baik, materi kita cukup.” Lega. AC dingin, hati hangat, puisi jadi.
Tiba-tiba layar rame suara, “Siap-siap Bapak Ibu, kita dokumentasi. Senyum ya, jari bentuk salam literasi!” Reflek aku loncat. Jilbab kusambar, kupakai kebalik. Senyum ke kamera, jari gemetar bentuk L. Di layar, 50 kepala rapi berjilbab. Cuma aku yang rambutnya masih ninggalin jejak bantal. Puisiku? Langsung ku-uninstall dari kepala. Yang ke-save cuma: AC, jilbab, dan dosa literasi.
Baiti Jannati, Sabtu 9 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan