Puasa Arafah, Bonus Penghapusan Dosa dari Allaah
Puasa Arafah, Bonus Penghapusan Dosa dari Allaah
Oleh Nurbaiti
Hari Ini Tarwiyah, Besok Arafah. Hari ini terasa lebih baik dari hari kemarin. Besok lebih baik dari hari ini. Inilah pandangan seorang muslim.
Hari kemarin mungkin biasa saja. Rutinitas berjalan seperti biasa. Pekerjaan datang silih berganti. Pikiran masih sibuk ke sana kemari.
Namun hari ini berbeda. Hari ini adalah Hari Tarwiyah. Hari ketika hati mulai diajak merenung dan bersiap. Seolah Allah sedang berkata pelan kepada hamba-Nya:
"Besok ada hari yang begitu istimewa, hadiah dari-Ku"
Dan benar saja…
Besok adalah Hari Arafah. Hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari yang hanya datang setahun sekali. Dan entah… apakah tahun depan kita masih diberi kesempatan bertemu lagi dengannya atau tidak.
Matahari tetap terbit dari timur. Jalanan tetap ramai. Anak-anak tetap bermain dengan gawainya. Sebagian orang sibuk bekerja, sebagian lagi sibuk memikirkan urusan dunia yang seolah tidak ada habisnya.
Namun bagi seorang muslim, ada sesuatu yang sangat istimewa pada tanggal 9 Dzulhijjah: Hari Arafah. Sangat dekat dengan kita. Malam ini kita sudah memasukinya. Besok, kita bisa berpuasa. Puasa sunnah Arafah.
Hari ketika jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah. Mengenakan pakaian ihram sederhana, menengadahkan tangan, menangis, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Meski kita tidak berada di Tanah Suci, Allah tetap memberi kesempatan kepada kita untuk ikut meraih kemuliaan hari itu. Salah satunya dengan menjalankan Puasa Arafah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
MasyaAllah…
Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan satu hari puasa, Allah memberikan hadiah penghapusan dosa selama dua tahun.
Kadang kita merasa menjadi manusia biasa dengan ibadah yang masih jauh dari sempurna. Shalat masih sering terburu-buru. Dzikir kadang terlupa. Hati masih mudah mengeluh dan marah.
Namun Hari Arafah seperti hadiah dari Allah agar kita mau kembali mendekat kepada-Nya.
Puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa ini mengajarkan kita untuk:
- menahan emosi,
- menjaga lisan,
- mengurangi keluhan,
- memperbanyak doa,
- melatih hati agar lebih dekat kepada Allah.
Mari kita hidupkan Hari Arafah menjadi momentum untuk berpuasa dan memperbanyak:
- dzikir dan takbir,
- membaca Al-Qur’an,
- bersedekah,
- serta mendoakan kedua orang tua dan keluarga juga orang-orang yang kita cintai.
Sebagai guru dan orang tua, saya merasa Hari Arafah juga penting dikenalkan kepada anak-anak. Jangan sampai mereka hanya mengenal hari besar Islam sebatas libur sekolah atau makanan khas hari raya.
Biarkan mereka tahu bahwa dalam Islam ada hari-hari mulia yang penuh ampunan dan cinta dari Allah SWT.
Mungkin puasa kita belum sempurna. Mungkin shalat kita masih jauh dari khusyuk. Tetapi bukankah Allah menyukai hamba yang terus berusaha kembali?
Karena itu, mari kita sambut Hari Arafah dengan hati yang lebih lembut. Mengisinya dengan ibadah maksimal. Karena kita tidak pernah tahu… apakah ini Arafah terakhir dalam hidup kita.
Semoga Allah menerima puasa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang lebih baik dari hari ke hari.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Baiti Jannati, Malaka 3, Senin, 25 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
