Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Belajar Mengenali Diri dari Sebuah Huruf

Belajar Mengenali Diri dari Sebuah Huruf

Oleh Syahbaty

Sudah dua hari ini aku mengikuti kelas terapi menulis.

Benar-benar menulis dengan tangan, bukan mengetik di layar gawai.

Awalnya kupikir ini hanya latihan memperindah tulisan.

Ternyata… jauh lebih dalam dari itu.

Di kelas itu kami belajar bahwa setiap huruf yang ditulis seseorang dapat mencerminkan karakter dirinya.

Cara menekan pena,

jarak antarhuruf,

kemiringan tulisan,

bahkan tinggi rendahnya sebuah huruf…

semuanya seperti membawa pesan tersembunyi tentang si penulis.

Aku mulai tertarik.

Setiap pagi dan menjelang tidur, kami diminta menulis kalimat afirmasi:

Every day in every way, I am getting better and better.

Setiap hari dalam semua hal saya membaik dan terus membaik.

Sekarang saya senang, gembira, bahagia dan selalu ada solusi.

Kalimat itu kami tulis berulang-ulang.

Bukan sekadar untuk melatih tangan,

tetapi juga melatih pikiran dan hati agar terbiasa dengan hal-hal positif.

Teman-teman mulai mengirim hasil tulisan mereka ke grup.

Lalu guru kami, Pak Afif, memberi komentar satu per satu.

Bukan hanya memuji.

Beliau juga mengoreksi.

Huruf yang terlalu pendek diperbaiki.

Yang terlalu miring diluruskan.

Yang terlalu kecil diminta diperjelas.

Aku ikut mengirim hasil tulisanku.

Tak lama kemudian muncul komentar:

“Huruf b dan huruf bertiang lainnya dibuat lebih tinggi ya.”

Aku tersenyum kecil.

Ternyata… bahkan tinggi sebuah huruf bisa menggambarkan sesuatu tentang diri kita.

Konon, huruf-huruf bertiang mencerminkan semangat, harapan, dan cara seseorang memandang masa depan.

Aku jadi semakin penasaran.

Besoknya aku mencoba lebih serius.

Tidak tanggung-tanggung, aku membeli buku garis tiga halus kasar.

Saat membukanya, aku malah tertawa sendiri.

Astaghfirullah…

rasanya seperti kembali menjadi anak SD 😄

Aku mulai menulis perlahan.

Lebih hati-hati.

Lebih sabar.

Lalu kukirim lagi hasilnya.

Tak lama kemudian, komentar baru muncul:

“Good. Perbaiki huruf s-nya.”

Hanya satu huruf.

Namun entah kenapa, aku malah semangat sekali.

Malam itu aku membuka YouTube, mencari tutorial cara menulis huruf s yang baik.

Dan di situlah aku tersenyum sendiri.

Bayangkan…

di usia sekarang, aku masih belajar memperbaiki satu huruf kecil.

Namun semakin kupikirkan, semakin aku memahami satu hal:

ternyata memperbaiki tulisan tangan bukan hanya tentang membuat huruf terlihat indah.

Tetapi tentang belajar mengenali diri sendiri.

Karena setiap goresan membawa kebiasaan.

Setiap tekanan pena menyimpan emosi.

Dan setiap bentuk huruf… diam-diam memantulkan karakter pemiliknya.

Mungkin itu sebabnya proses ini terasa menenangkan.

Saat tangan bergerak pelan di atas kertas,

aku merasa seperti sedang berbicara dengan diriku sendiri.

Dan malam itu aku sadar…

kadang, untuk memperbaiki hidup,

kita bisa memulainya

dari memperbaiki satu huruf kecil 🌿✨

Ahad, 3 Mei 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post