Antrian ke -17
Antrian ke -17
Oleh Syahbaty
Jarum bensin Beat-ku tinggal satu garis. Tenaga yang tersimpan sudah hampir habis; agar tetap bisa melaju, dia butuh pasokan baru. Wajar saja, sudah sepuluh hari dia melintasi jalan yang sama tanpa jeda, memutar tenaga demi jarak yang terus bertambah.
Lampu merah, aku belok kiri masuk SPBU. Begitu sampai, mataku terbelalak: antrian memanjang berliku sampai tikungan. Rasanya langsung pening. Pilih yang mana? Akhirnya kubiarkan saja kaki dan setir yang menuntun masuk ke barisan. Sambil diam, iseng kuhitung posisiku… ternyata dapat giliran ke-17.
Menunggu terasa lambat sekali. Daripada melamun kosong, kurogoh kantong jaket, ambil HP, lalu mulai menulis. Sambil jari bergerak, pikiran pun melayang.
Segala sesuatu datangnya pasti ada sebabnya, dan setiap perubahan membawa dampak yang terasa sampai ke ujung. Harga bergerak naik, daya beli terasa makin berat.
Tadi pagi anakku juga harus mengubah pilihannya karena stok yang biasa dia pakai tak tersedia. Sama seperti aku, sama seperti semua orang yang berdiri di sini, mengalir mengikuti alur keadaan.
Di tengah keterlambatan ini, hati diajak untuk menahan diri. Semua punya waktunya masing-masing, tak ada yang mendahului tanpa izin, dan tak ada yang terlewatkan dari jatahnya. Ini cara alam dan ketetapan mengajarkan agar tetap tenang saat keadaan terasa sempit.
Barisan makin merapat. Tersisa dua motor lagi giliranku. Segera kumasukkan kembali HP ke tempatnya, tak boleh aktifkan HP ketika ngisi bahan bakar takut ada percikan yang memicu bahaya di dekat cairan yang mudah menyala.
Aku tarik napas panjang, lalu hembuskan perlahan. Ya begitulah kenyataan. Segala sesuatu berjalan menurut jalannya sendiri: tenaga butuh diisi, rezeki punya ukurannya, dan kesabaran adalah kunci agar perjalanan tetap bisa dilanjutkan sampai tujuan.
Baiti Jannati, 15 Juni 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
