Sepucuk Terima Kasih untuk Bapak dan Ibu
Oleh: Nurbaiti
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Hari ini, Bapak dan Ibu datang ke sekolah untuk mengambil rapor putra-putri tercinta. Di tangan Bapak dan Ibu nanti akan ada selembar kertas berisi angka-angka, deskripsi hasil belajar, dan keputusan kenaikan kelas.
Namun sesungguhnya, yang sedang kita bawa pulang hari ini bukan hanya rapor.
Yang kita bawa pulang adalah satu tahun perjuangan. Satu tahun pertumbuhan. Satu tahun air mata, tawa, doa, kegagalan, keberhasilan, dan begitu banyak cerita yang diam-diam telah membentuk anak-anak kita menjadi pribadi yang sedikit lebih dewasa dibandingkan saat pertama kali mereka memasuki kelas ini.
Setiap kali pembagian rapor seperti hari ini, hampir selalu ada pertanyaan yang Bapak dan Ibu sampaikan kepada saya.
"Bu, bagaimana anak saya selama di kelas?"
Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak pernah sesederhana itu.
Karena setiap anak adalah semesta yang berbeda.
Ada yang pendiam tetapi sangat peduli kepada teman-temannya. Ada yang ramai, namun mampu mencairkan suasana kelas. Ada yang cemerlang secara akademik. Ada yang justru bersinar melalui sikap, kejujuran, dan tanggung jawabnya. Ada yang sedang berjuang melawan rasa percaya dirinya. Ada pula yang sedang belajar menemukan potensi yang selama ini belum mereka sadari.
Sebagai wali kelas, saya tentu berusaha mengenal mereka sebaik mungkin. Saya melihat mereka ketika belajar, berdiskusi, bercanda, bekerja sama, bahkan ketika melakukan kesalahan. Saya juga banyak menerima masukan dari guru-guru mata pelajaran yang setiap hari ikut membersamai mereka.
Namun beberapa hari yang lalu, saya mencoba belajar dari "guru" yang lain.
Yaitu... teman-teman mereka sendiri.
Saya meminta setiap anak menuliskan target masa depannya. Lalu saya meminta teman-teman sekelasnya menuliskan kekuatan dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki dari masing-masing diri mereka.
Mengapa saya melakukan itu?
Karena saya menyadari satu hal.
Saya mengenal mereka sebagai guru di ruang kelas. Tetapi teman-teman mereka melihat mereka sejak bel masuk berbunyi hingga bel pulang bergema. Mereka melihat bagaimana seorang teman memperlakukan temannya ketika guru tidak berada di dekat mereka. Mereka tahu siapa yang ringan tangan membantu, siapa yang mudah membuat orang lain tertawa, siapa yang selalu datang tepat waktu, siapa yang mudah menyerah, dan siapa yang diam-diam selalu hadir ketika temannya membutuhkan.
Ketika saya membaca satu demi satu tulisan itu, saya tersenyum... lalu beberapa kali terdiam.
Ternyata banyak kebaikan anak-anak yang mungkin belum sempat terlihat oleh kami sebagai guru. Ada pula beberapa hal yang masih perlu mereka perbaiki agar kelak menjadi pribadi yang lebih baik.
Dari situlah saya semakin yakin bahwa mendidik seorang anak tidak cukup hanya melihat angka-angka di rapor. Karakter, kebiasaan, cara memperlakukan orang lain, kemampuan bekerja sama, kejujuran, dan kepedulian juga merupakan bagian dari hasil belajar yang sangat berharga.
Pada kesempatan ini pula, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya.
Mohon maaf apabila selama menjadi wali kelas saya masih memiliki banyak kekurangan.
Mohon maaf apabila ada pesan Bapak dan Ibu yang terlambat saya balas, baik di grup maupun melalui chat pribadi. Bukan karena saya mengabaikan atau tidak menghargai pesan tersebut. Sering kali pada hari-hari sekolah yang padat, telepon genggam justru tertinggal di meja kerja, tersimpan di dalam tas, atau belum sempat saya buka karena harus mengajar, berpindah kelas, rapat, mengawasi ujian, mengoreksi tugas, atau mendampingi berbagai kegiatan sekolah.
Saya memahami bahwa setiap pesan yang dikirim tentu lahir dari perhatian dan kasih sayang kepada putra-putri tercinta. Karena itu, apabila pernah membuat Bapak dan Ibu menunggu balasan lebih lama dari yang diharapkan, saya memohon maaf dengan segala kerendahan hati.
Terima kasih karena selama ini Bapak dan Ibu selalu memberikan pengertian.
Terima kasih pula karena telah mempercayakan putra-putri terbaik kepada kami.
Percayalah, setiap anak memiliki kesempatan untuk bertumbuh.
Ada yang bertumbuh melalui prestasi.
Ada yang bertumbuh melalui kegagalan.
Ada yang bertumbuh melalui pengalaman.
Dan ada yang bertumbuh melalui doa-doa yang tak pernah berhenti dipanjatkan oleh kedua orang tuanya.
Beberapa hari yang lalu saya membaca target masa depan mereka. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, bidan, polisi, programmer, insinyur, pengusaha, penulis, dan berbagai cita-cita lainnya.
Saya berharap, ketika kertas-kertas itu suatu hari nanti mereka buka kembali, mereka bisa tersenyum dan berkata,
"Ternyata aku berhasil mewujudkannya."
Maka teruslah membersamai mereka.
Bukan dengan tuntutan yang berlebihan, tetapi dengan doa yang tidak pernah putus, teladan yang baik, pelukan ketika mereka gagal, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki waktunya masing-masing untuk bersinar.
Terakhir, izinkan saya mengucapkan terima kasih.
Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama satu tahun ini.
Terima kasih telah mempercayai kami menjadi bagian dari perjalanan putra-putri Bapak dan Ibu.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga keluarga kita, melimpahkan keberkahan, serta membimbing langkah anak-anak kita menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.
Karena pada akhirnya...
Rapor hanyalah catatan perjalanan.
Sedangkan karakter dan akhlak yang baik adalah bekal yang akan menemani mereka sepanjang kehidupan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wali Kelas - 8
Nurbaiti
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan